Tags

, , , , , ,


April lalu di tengah keriaan Eat Travel Write (ETW) Selangor, kala berjalan-jalan di kawasan kota tua Kuala Kubu Bharu (KKB), Selangor; lidah mendadak sangat ingin sekali menyesap rasa manis. Mata pun sedikit kriyep-kriyep padahal hari itu kaki masih harus melangkah. Eh, namanya jodoh, ketemu sebuah kedai kopi sederhana di sebuah rumah toko yang berderet di tengah kota itu. Kedai ini telah ada semenjak 1930, dindingnya dipenuhi potret dan gambar tempo dulu serta lebih banyak lagi pigura berisi piagam tanda terima kasih dari pemerintah kepada Tan Saw Sewan. Encik Tan, meneruskan Sun Sun Nam Cheong, usaha kedai kopi yang dirintis oleh ayahnya dengan menu spesial keluarga Tan, Hailam Mee dan Kopi-O.

Sun Sun Nam Cheong, kuliner kuala kubu bharu, eat travel write, heritage city selangor, visit hulu selangor 2017

Kesibukan di dapur Sun Sun Nam Cheong

Jelang pk 10 saat Mas Eka, Danan, Anazkia dan saya memilih duduk-duduk sebentar di kedai itu menanti pesanan Teh Tarik Dingin untuk melegakan kerongkongan saat yang lain sibuk mengambil gambar kota tua KKB. Perut masih penuh, dengan santun kami menampik tawaran sajian lain untuk teman minum teh. Tapi diam-diam, dalam hati saya berjanji, bila esok atau lusa berkesempatan kembali ke KKB, tak akan melewatkan sepiring Hailam Mee dan Toast Bread dari Sun Sun Nam Cheong sebelum beranjak ke Fraser’s Hill.

sun sun nam cheong, chef farchan wong, sos perasa pelbagai guna, visit hulu selangor, eat travel write, kuliner kuala kubu bharu

Sun Sun Nam Cheong
8 Jl Mat Kilau, Kuala Kubu Bharu, Selangor
Buka pk 07.00 – 17.00 (Senin – Sabtu)
Telp +603 – 6064-1168

Karena belum saatnya makan siang, dari Sun Sun Nam Cheong, kami pergi dahulu ke Kampung Bukit Chandang di Batang Kuali. Kampung yang sepi-sepi saja saat kami datang. Di sebuah kedai kopi sederhana, saya mampir berbagi senyum kepada tiga lelaki sepuh yang sedang berbincang di sana. Berjalan sedikit dari kedai itu, kami sampai di depan sebuah rumah. Leonard Oh menyambut kami. Ia menjelaskan beberapa hal tentang persiapan pernikahan ala keturunan Fujian sebelum mengajak kami turun ke dapurnya. Leonard saat ini mengelola usaha industri rumahan milik keluarganya, Swee Len Food Industries yang didirikan oleh kakeknya, Swee Len Oh.

Sun Sun Nam Cheong, kuliner kuala kubu bharu, eat travel write, heritage city selangor, visit hulu selangor 2017, Swee Len Food Industries, Kampung Bukit Chandang

Satu siang di Kedai Kopi Kampung Bukit Chandang

Mua Lao dan Lao Huei adalah dua camilan tradisional Cina yang diproduksi oleh Swee Len Food Industries sejak 1923. Semua proses pembuatannya dilakukan secara manual di dapur keluarga Oh, dari membanting adonan di wajan yang besar hingga menjemurnya di bawah paparan sinar matahari. Dalam tradisi Cina, camilan berupa biskuit wijen dan beras ini merupakan bingkisan khusus sebagai tanda perekat kasih yang diberikan oleh keluarga pengantin perempuan kepada para tamu. Kini produksi camilan ini tak sebatas untuk pernikahan saja tapi sudah menjadi camilan sehari-hari yang bisa dijumpai di swalayan serta telah diekspor ke Indonesia dan Singapura.

Sun Sun Nam Cheong, kuliner kuala kubu bharu, eat travel write, heritage city selangor, visit hulu selangor 2017, Swee Len Food Industries, Kampung Bukit Chandang

Leonard Oh dan pasukan ETW 3.0

Bila ingin melihat dari dekat dan menyelami keseharian mereka terutama tentang industri keluarga Oh, datanglah pada pk 09.30 – 18.00 (sebaiknya buatlah janji terlebih dahulu).

Swee Lenย  Food Industries
65, Kampung Bukit Chandang,
44300 Batang Kali, Selangor, Malaysia
Telp +60 3-6057 2634

Kampung Bukit Chandang adalah tempat yang nyaman untuk menepi. Dahulu ia bernama Kampung Baru Batang Kuali, dan menjadi sorotan karena peristiwa Pembantaian Batang Kuali 1948. Sepertinya, hati saya merindu tuk kembali lagi satu hari nanti menikmati senyap di sini.

Sos Perasa Chef Farhan Wong

Usai menikmati Udang Galah Asam Pedas di Dataran KKB, kami melanjutkan perjalanan ke Rumah Rehat KKB menjumpai Chef Farhan Wong yang memiliki saus perasa serba guna untuk meracik masakan ala Kanton yang enak dan lezat.

chef farchan wong, sos perasa pelbagai guna, visit hulu selangor, eat travel write, kuliner kuala kubu bharu

Chef Farhan Wong

Tak sekadar memperagakan cara memasak saja, Chef Farhan pun membagikan beberapa tip memasak seperti bagaimana memotong-motong ayam yang benar, memotong sayap yang terlihat gampang tapi sering menguras tenaga bukan salah pisaunya yang tak tajam menembus tulang tapi karena tak tahu triknya.

Sangat kebetulan sekali, kala Chicken Cheese, Chicken Cop, Chicken Nugget, Cantonese Noodle dan Telur Dadar yang semuanya dimasak dengan saos ajaibnya Chef Farhan siap disantap, hujan turun pelan-pelan di pelataran Rumah Rehat KKB membuat perut kriuk-kriuk dan tangan-tangan pun berlomba meraih potongan makanan di atas meja. Slurrrppp, glek .. glekk.

chef farchan wong, sos perasa pelbagai guna, visit hulu selangor, eat travel write, kuliner kuala kubu bharu

Cantonese Noodle, bukankah ini menggoda saat sedang puasa?

Pk 17.30 dengan perut penuh kami meninggalkan KKB menuju Kampung Perancis, Colmar Tropicale untuk beristirahat sebelum lanjut lagi dengan keriaan makan malam. Eh, ini mah bukan ETW namanya tapi ETS aka Eat Travel Sleep yak, saleum [oli3ve].

Advertisements