Tags

, , , ,


Hari sangat terik ketika kami berhenti di Dataran Kuala Kubu Bharu (KKB), Selangor. Teriakan dari perut ramai sekali. Aku merindukan minuman yang segar dan dingin itu! Aku pun ingin sesuatu yang padat mengisi lambungku! Ah, aku lapar! Lidahku mulai gelisah.

udang galah asam pedas, kuliner kuala kubu bharu, udang enak, eat travel write

Kuteguk setengah botol air mineral yang tersisa dan memilih sebuah bangku di meja yang disusun memanjang agar banyak yang bisa duduk berhadapan-hadapan di depannya. Aku sedikit curiga ketika Anazkia memilih bangku di depanku. Selama perjalanan ini, dia selalu saja mengincar piringku. Bukan karena ingin meminta sebagian yang ada di situ, dia selalu saja penasaran pada apa yang dituang ke dalamnya. Puji Tuhan, hari ini semua yang duduk di meja itu mendapatkan makanan dalam porsi yang sama. Jadi, dia tak bisa mengambil gambar tak senonoh  🙂 .

Tak ada tanda-tanda sesuatu segera terhidang di meja. Lidahku semakin gelisah. Aku beranjak dari bangku, menghampiri mereka yang berdesakan di sebuah pintu kecil di dalam gerai makan yang di depannya bangku kami pun berderit gelisah ketika ditinggal pergi. Hmm .. mungkin makanannya tersaji di balik pintu itu.

udang galah asam pedas, kuliner kuala kubu bharu, udang enak, eat travel write

Kulihat ada dua wajan besar bertengger di atas kompor yang lidah apinya sibuk menjilat-jilat punggung wajan. Di perutnya sekelompok udang kulitnya memerah kepanasan, berdesak-desakan. Serupa kami yang berdesakan sembari melap keringat yang mengucur dengan punggung tangan di dalam ruang kecil yang juga panas terpapar suhu dari kedua kompor itu. Sungut-sungut di wajan saling menanduk, ujung ekornya dilipat dan didekatkan ke kepalanya yang perlahan menunduk memasrahkan rasanya pada serapan gelembung-gelembung air di wajan yang mendidih dan memerah oleh campuran rempah. Aromanya membubung ke udara, tersangkut pada bulu-bulu halus yang merubungi liang penciuman, merangsang enzim cerna yang ingin segera mencumbunya dengan segala hasrat yang membubung.

“Kejap yaa …,” mulut perempuan yang tangannya asik memainkan sodet membuyarkan lamunanku pada Udang Galah Asam Pedas yang pasrah di dalam wajan.

Kepanasan, kami satu-satu beranjak dari dapur, kembali mencumbui bangku-bangku di depan Kedai Asam Pedas; sabar menanti. Udang Galah Asam Pedas memang sangatlah termasyur di sini. Diidam-idamkan setiap lidah yang merindu pergulatan rasa. Ia dihidangkan bersama sepiring nasi panas yang dilengkapi dengan setengah telur asin, tumisan sawi putih dan semangkok kecil sambal ijo. Tak perlu menanti aba-aba untuk mulai bersantap karena siang itu kami memang sengaja datang dengan suara-suara di perut yang riuh. Dalam sekejap saja suara-suara lapar tadi bungkam. Hanya tangan-tangan yang terlihat sibuk di atas meja menjamah dan menelanjangi tubuh udang yang gempal lalu melumatnya dengan lahap.

udang galah asam pedas, kuliner kuala kubu bharu, udang enak, eat travel write

Kedai Asam Pedas
Food Court Dataran Kuala Kubu Bharu,
Selangor, Malaysia

Udang Galah Asam Pedas, kuliner KKB yang wajib dinikmati bila berkunjung ke kota warisan di Selangor ini. Total kerusakan untuk sepaket makan siang dengan menu Udang Asam Pedas+Nasi dkk+Sirop dingin hanya sebesar RM25 saja.

Bila ingin menambah menu yang lain, tersedia juga Ikan Pari Asam Pedas, Kembung Asam Pedas, Tetelan Asam Pedas, Gulai Ayam dan beberapa menu lainnya. Hari ini berbuka dengan lauk apa? saleum [oli3ve].

Advertisements