Tags

, , , , ,


Semasa di bangku sekolah, saat ujung nama bulan mulai menyisakan BER, pertanda siap payung sebelum hujan. Namun hari-hari belakangan ini, dogma itu tak berlaku karena hujan pun enggan turun di hari seharusnya dia datang. Lebih sering, ia mendadak menjerit-jerit ketika hadirnya tak diharapkan.

Becek, alas kaki hingga badan kuyup, menuju tempat berllibur nggak nyaman, tak bisa leluasa berfoto bersama alam, tak dapat melihat pemandangan yang cantik dan ragam alasan yang membuat semua rencana bisa berantakan saat si hujan hadir. Benar apa betul? Berapa kali kau enggan berjalan ketika hujan ingin turut? Takkah ada inginmu sesekali mengajaknya serta, menemanimu mengisi hari?

museum satwa, museum di malang

Museum Satwa, Batu, Malang

Hujan datang kambing lari .. potongan bait yang sering dikumandangkan Ibuku semasa kecil dulu setiap kali hujan berlarian di pekarangan rumah. Aku bukan kambing, untuk apa berlari? Kalau mau libur ya berlibur saja, kenapa dirinya harus menjadi penghalang? Yang perlu kau pikirkan adalah, kemana dan dimana enaknya menikmati hari ketika bersama hujan.

Kesenangan mendapatkan tiket terbang murah dari Jakarta setelah menguyel-uyel si Wego, pagi ini aku kembali menyapa Paris van Oost-Java. Aku tak peduli pada hujan yang bergegas menyambut langkahku di Abdul Rachman Saleh. Kubiarkan derainya menyemarakkan pagi, mengajak kaki tuk berlari kecil mencari tempat berteduh sebelum dibuatnya kuyup.

Entah karena namanya atau memang seharusnya begitu, setiap kali menjejak di kota sejuk meski arti katanya nggak enak di kuping, Malang; hujan selalu menyapa hariku. Seharusnya, pagi ini aku berjalan ke Singasari menjumpai Gayatri. Tapi ingin itu harus mengalah agar hari tak berlalu tanpa makna. Hujan memaksaku, menyingkirkan sejenak keinginan berjalan di luar ruang dan memilih untuk menikmati ruang waktu.

Dari Parijs van Oost-Java, kuputuskan untuk melangkah ke lereng Arjuno dan Panderman. Ke kota peristirahatan para raja, De Kleine Zwitserland, Batu. Kamu pasti dapat menebak pilihanku tak jauh-jauh dari museum. Ya, iyalah … tiga tempat wisata yang dikelola oleh Jatim Park Group akan kulahap selama di Batu: Museum Satwa, Secret Zoo dan Museum Angkut. Tempat yang dapat dinikmati ditemani derai hujan tanpa khawatir dirinya kan membuatmu basah.

secret zoo, museum di malang, wisata malang

Secret Zoo, Batu, Malang

Sesuai namanya, Museum Satwa kan mengajak kita belajar menyelami dunia satwa lewat koleksi satwa yang didatangkan dari berbagai belahan duni seperti Brasil, Madagaskar, Amerika Selatan, Afrika, Australia, Papua New Guinea dan tentu tak ketinggalan dari kawasan Asia. Tak perlu kau sesali tak lolos casting Jurassic World karena di sini kau dapat berbincang aman dengan Tyrannosaurus dan Stegosaurus. Koq bisa? Karena semua koleksi satwa di sini telah diawetkan, jadi tak perlu khawatir diseruduk banteng, dililit ular atau disengat serangga berbisa.

Satwa-satwa itu dikelompokkan berdasarkan jenisnya, serangga yang merupakan hewan invertebrate (tidak bertulang belakang) menempati ruang Insectarium di bagian depan sedang kelompok hewan vertebrata (hewan bertulang belakang) seperti mamalia, reptil, aves berada di ruangan berikutnya. Tak usah khawatir bakal bingung di dalamnya, informasi yang kau perlukan tersaji di depan mata, tinggal kau serap ke dalam memorimu.

Untuk melihat satwa yang bergerak, berjalanlah ke Secret Zoo. Koleksi satwanya lucu-lucu menggemaskan daaaaan … hidup! Agar tak mengganggu pengunjung, mereka di tempatkan di dalam kandangnya masing-masing yang ditata sesuai habitat aslinya agar mereka betah. Burung-burung memiliki pohon untuk bermain, singa dan harimau memiliki pekarangan rumah untuk berkeliaran, ular punya sarang dan dahan untuk melilitkan tubuhnya, dan dengan beberapa satwa yang tak buas kita bisa berinteraksi langsung.

Ingatlah, hanya ada satu hal yang perlu kamu pahami ketika berada di dua tempat ini, waktu. Jangan salahkan dia saat dirimu terlalu asik bercengkerama di Museum Satwa dan Secret Zoo sehingga lupa untuk mere-charge energi dengan makan dan beristirahat yang cukup. Makanan bisa didapatkan di gerai makan yang ada di dalam kawasan wisata, tapi bila ingin menikmati kuliner Batu, carilah tempat makan yang bertebaran di sekitar sana. Sebagai penikmat museum, sepagi hingga sore kuhabiskan di dua tempat ini. Jadi, makan siang kesorean pun baru dijalani setelah puas berkeliling. Lalu, kapan berangkut ke Museum Angkut?

museum angkut malang, museum di malang, wisata malang

Museum Angkut, Batu, Malang (gambar : Laurentia Dewi)

Kadung sudah berada di Little Swiss, kenapa tak sekalian menikmati pergantian hari di sini? Tak ada salahnya memanjakan diri dengan menginap di penginapan. Ketersediaan kamar dapat kamu cek di hotel-hotel pilihan kota Batu. Saranku, nikmati liburannya saat yang lain sedang berkutat dengan pekerjaan di kantor, di hari biasa bukan di akhir pekan. Lepaskan semua lelah hari kemarin, beristirahatlah yang cukup. Esoknya, puaskan hari di Museum Angkut, menyusuri lahirnya ragam angkutan dan merasakan berada di kota-kota impian dunia.

hujan telah tiba
hujan telah tiba
horeee! horeee! horeeeee!

rengkuhlah tas dan payungmu
lupakan keluh kesahmu
libur telah tiba, libur telah tiba
hatiku gembira

keraton kasepuhan cirebon, keraton di cirebon, wisata cirebon

Anak-anak ini asik bercengkerama di bale-bale Keraton Kasepuhan Cirebon

Hujan tak akan menghentikan langkahku untuk berjalan. Usai dari Malang, aku telah menyusun langkah berikutnya menikmati Empal Gentong di Cirebon. Kembali hendak menyusuri jejak masa di Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Taman Gua Sunyaragi dan heiii! tust me, aku ingin belanja batik di Trusmi.

Jadi, kenapa rencana perjalananmu harus berhenti ketika musim penghujan? Tahukah kau, hujan pun anugerah Semesta yang dengannya engkau dapat berbagi rasa? nikmati saja. Saleum [oli3ve].

Advertisements