Tags

, , , , ,


Beberapa hari ini pikiran senang sekali mengembara pada sebuah mimpi yang mendadak mekar, membuat kepala berdenyut-denyut. Pertemuan dengan beberapa orang yang cukup berpengaruh dalam membangun mimpi belakangan ini membangkitkan ide yang agresif. Butuh kesabaran super untuk mengendalikan ide yang berlarian ke sana kemari bak kijang dilepas dari kandang merindu tempat untuk bermain agar tak hilang arah.

Ingin keliling Eropa.

Ya, ya … kamu pasti akan mengatakan keliling Eropa saja nggak akan bikin kamu tersesat Lip! sudah banyak koq yang melakukannya dengan memanggul backpack. Tapi, aku tak ingin sekadar berjalan, menghampiri kota A dan berpose di depan ikon kotanya, lalu bergegas mengunjungi kota B dan makan di tempat yang diimpikan semua orang. Aku, aku hanya ingin menghirup jejak-jejak yang pernah ada, yang masih tersemat di lekukan kota, tercecer di dalam reruntuhan bangunan, serta tersebar di sudut-sudut taman kota yang sepi.

Belum usai mimpi itu beria-ria, satu mimpi yang lain menari-nari mengelilingi ruang hayal. Ingin bersegera menari di pucuk asa, Afrika Selatan. Kebanyakan atraksi yang unjuk kesenangannya, membuat tali kekangnya harus dimainkan dengan gemulai agar mereka tak blingsatan menghamburkan energi tak tentu arah.

Kutenangkan dan kuajak mereka untuk berhenti sejenak. Bersama kami duduk diam memandangi gambar berwarna-warni agar imajinasi tak kabur. Apa yang harus dipersiapkan sebelum kita semua tersulut dan kehabisan tenaga?

survey harga kamar agoda, agoda smart study

Sumber data Agoda.com

Berdasarkan hasil studi terhadap data pemesanan kamar hotel di 25 destinasi populer dunia periode Agustus 2015 yang dikeluarkan oleh Agoda.com minggu lalu (12/10/2015), harga kamar hotel yang murah ditawarkan pengelola hotel pada dua minggu pertama Januari. Di akhir tahun, kamar hotel melunjak pada September dan Oktober, saat high season.

Kalau melihat gambar di atas, harga kamar hotel di beberapa kota Eropa seperti Paris, Berlin, Roma, Amsterdam, Barcelona, Stockholm dan London pada pertengahan Maret lebih murah 20% dari harga rata-rata yang biasanya ditawarkan.

Kenapa mesti mempelajari harga kamar hotel? Karena, alokasi biaya yang cukup besar saat perjalanan akan terkikis oleh akomodasi jika tak diperhitungkan dan dianggarkan dengan baik.

Bagi pejalan yang terbiasa berjalan dengan membuat trip planning calender, harga adalah faktor penting dalam menentukan kapan dan kemana mereka hendak beranjak. Karenanya, John Brown, Chief Operating Officer Agoda.com, berharap data yang dikeluarkan oleh Agoda dapat membantu pejalan untuk memaksimalkan pengaturan dana perjalanan mereka.

Pergilah ke Berlin pada Januari maka kamu akan menghemat harga kamar 51% dibanding bila bepergian di September. Dari Berlin mau lanjut ke Barcelona, kamu pun akan menghemat dana perjalanan untuk akomodasi karena pada Januari harga kamar 49% lebih murah dari harga rata-rata. Cape Town dan Sydney memberikan penawaran harga kamar hotel yang lebih murah ada Juni dan Juli, meski pun Juli tergolong high season.

Hal yang berbeda akan kita jumpai bila bepergian di sekitar Asia. Harga kamar hotel di sebagian besar destinasi populer Asia, konsisten dengan harga yang sudah dipatok sehingga tak akan ada perbedaan harga yang besar. Contoh, diskon kamar terbesar yang bisa kamu dapatkan jika bepergian ke Hongkong pada Mei dan Juni hanya 11% dari harga kamar yang ditawarkan pada bulan lainnya.

Hmm … jadi kapan saat yang tepat untuk bertandang ke Eropa dan Afrika Selatan? Eng ing eeeengggg, tergantung siapa yang mau menjadi supporter. Sebelum ada pengakuan, mari kita buat saja Kalender Rencana Perjalanan dengan mengingat perubahan tanggal perayaan hari raya besar seperti Idul Fitri yang berpengaruh pada rate hotel serta menghindari Oktober, karena harga kamar di mana-mana cukup tinggi pada bulan tersebut. Tapi, nggak menutup kemungkinan juga jika ada yang keceplosan mengajak ke Frankfurt Book Fair 2016, kan? saleum [oli3ve].