Tags

, , ,


Welcome to Kuala Lumpur. Suara merdu memenuhi ruang kabin yang senyap menyadarkan dari tidur sepanjang setengah penerbangan Kuching ke Kuala Lumpur (KL). Senang kembali ke kota ini meski hanya untuk mengistirahatkan badan. Karena mengambil penerbangan sore dan masih mampir pula ke Terminal Bersepadu Selatan menghadiri undangan halal bihalal; saya baru berdiri tegak di depan Dian, resepsionis Shangri-la KL, hotel bintang 5 nomor satu di KL, jelang pagi. Bersyukur, pemesanan kamar telah dilakukan seminggu sebelumnya sehingga saat check in petugas tinggal mencocokkan data.

shangrila kuala lumpur, staycation di KL

Selamat datang di Shangri-La KL

Sebelum beranjak ke kamar, saya meminta untuk dibangunkan pk 06 meski Dian bertanya sampai dua kali untuk meyakinkan dirinya tak salah mencatat pesan tersebut. Saya menempati Executive Room di lantai 20, dengan jendela yang menghadap ke tengah kota. Sebuah pinggan berisi aneka buah segar tersaji di atas meja kecil di hadapannya dengan sepucuk kartu selamat datang berdiri di sisinya. Kamar yang super lega untuk bersantai, dan menikmati kemewahan yang tersedia di dalamnya. Tak berlebihan bila diri hanya ingin menyelami sisa malam dengan secangkir teh panas sembari berendam di dalam bathtub setelah seharian beraktifitas di luar ruang.

executive room shangrila kl, hotel di kuala lumpur

Executive Room (dok. Shangri-La KL)

shangrila KL, hotel bintang lima KL, hotel kuala lumpur

Pilihan teh dan kawan-kawan yang tersedia di dalam kamar

Kilau kota KL dari cahaya gedung pencakar langitnya yang masih terjaga dan lampu kendaraan yang berlalu lalang malam itu saya nikmati sejenak sebelum membersihkan diri dan mengucapkan selamat malam pada twin towers yang malu-malu memunggungi kamar.

Usai mandi, badan yang segar kembali bersemangat untuk mengecek dan membalas beberapa email yang berlomba memenuhi kotak surat setelah seminggu kepayahan menjangkau jaringan nirkabel. Fasilitas WiFi super kencang yang disediakan Shangri-La tak disia-siakan. Dan ketika mata mulai lelah, malam pun ditutup Amazing Grace yang mengalun dari saluran tv kabel yang dipilih acak.

execuive room shangrila KL, shangrila, staycation kuala lumpur

Meja kerja saya di Executive Room

Tak ada larangan untuk memanjakan diri ketika lelah memberi sinyal pada tubuh. Ternyata, hasrat untuk jalan pagi dikalahkan oleh betah yang bertamu pagi itu agar berlama-lama menikmati hangat dan empuknya pembaringan. Meski sudah dibangunkan lewat morning call pada pk 06, kaki baru beranjak dari lantai 20 pk 09.30 untuk mencari sarapan di Lemon Garden Cafe.

Masih ada 30 menit untuk mengganjal perut sebelum waktu pertemuan. Saya mencomot beberapa potong buah segar, yogurt, salad, memesan omelet kesukaan serta mengudap makanan lain yang menggoda di depan mata hingga ramah tamah pagi dengan potongan dimsum diinterupsi kerlingan genit dari gawai yang terlentang di atas meja. Belum semua yang tersaji di ruangan ini dicicipi tapi perut yang penuh mengingatkan untuk bergegas menemui Diana Lee Wright, Director of Digital Marketing Shangri-La Hotel Malaysia yang telah menanti di Lobby Lounge.

lemon garden cafe, shangrila kuala lumpur, staycation di kuala lumpur

Menikmati sarapan di teras Lemon Garden Cafe itu seru lho (dok. Shangri-La KL)

kolam renang shangrila, shangrila kuala lumpur, hotel kuala lumpur

Lelah? bersantai di tempat ini akan menyejukkan hati yang lelah dan menyegarkan pikiran (dok. Shangri-La KL)

Mengetahui saya akan menikmati weekend staycation di KL dan bermalam di Shangri-La Hotel, Diana mengajak untuk bertemu di Minggu pagi. Usai memesan secangkir teh panas untuk menemani bincang pagi, keriuhan pun dimulai. Bukan karena pagi itu ada serombongan orang Hindustan lalu lalang menarik koper di depan lobi tapi Cheah Keat Fui, Director of Sales and Marketing Shangri-La KL bergabung di meja kami. Keat Fui pagi itu sangat sibuk mengurus tamu-tamunya yang baru datang dari India. Ada sekitar 400 orang yang menginap di Shangri-La, menghadiri satu pertemuan di Kuala Lumpur. Karena jumlah mereka cukup besar, maka lobi khusus untuk grup tak menampung sehingga sebagian beralih ke depan Lobby Lounge hotel nomor satu di Kuala Lumpur menurut survey Tripadvisor ini.

royal suite shangri-la kuala lumpur, kamar jokowi, jokowi

The Royal Suite

royal room shangrila kuala lumpur, hotel di kuala lumpur, ruang kerja jokowi

Ruang tamu di The Royal Suite (dok. Diana Lee Wright)

Dengan 101 kamar suite, Shangri-La terhitung sebagai hotel yang memiliki kamar suite terbanyak dibanding hotel lain di KL. Dari segi lokasi, letaknya pun sangat strategis. Untuk menggapai titik-titik landmark KL, tersedia layanan shuttle dari hotel ke Petronas Twin Tower, KL Tower serta pusat perbelanjaan yang ada di seputar Bukit Bintang seperti Suria KLCC dan Pavilion. Sebagai pejalan yang lebih senang melatih otot-otot kaki, berjalan 5 – 10 menit melalui pedestrian ke tempat-tempat menarik tersebut sembari cuci mata adalah pilihan yang menyenangkan.

royal suite shangrila, shanrila kl

Ruang tidur Royal Suite 2800 (dok. Shangri-La KL)

Lebih menyenangkan lagi, bagi pasangan atau keluarga yang ingin staycation di KL; ada paket week end menarik dengan harga RM 448/malam atau sekitar Rp 1,5 juta/malam termasuk sarapan di Lemon Garden Café. Khusus untuk 2 (dua) orang anak yang makan bersama orang tuanya, tidak dikenai biaya lagi. Mau menambah kamar untuk keluarga? Untuk kamar kedua, kamu akan mendapatkan harga cantik RM 288 (sekitar Rp 971,000)/malam saja. Seru kan liburan akhir pekan dan menikmati KL bersama keluarga? Mau paket menarik lainnya? cek di SINI dulu sebelum memilih kamar yang sesuai keinginan hatimu.

royal room shangrila kuala lumpur, hotel di kuala lumpur, royal suite

Pemandangan dari meja di ruang kerja di kamar tidur The Royal Suite

Di tengah obrolan yang seru, Ms Keat Fui pamit untuk menyambut rombongan yang semakin  ramai saja memenuhi lobi, meninggalkan Diana dan saya yang kemudian beranjak pula dari Lobby Lounge. Kami melanjutkan bincang di The Royal Suite, ruang yang dikenal juga sebagai Sweet Twenty Eight Hundred di lantai 28. Saya menyebutnya, “Rumah Mungil”, ruang pilihan pejabat dan orang – orang penting dari berbagai negara sebagai rumah sementara kala mereka bertugas di KL, termasuk presiden Indonesia, Jokowi yang menempati kamar ini pada Juni 2015 lalu.

Percaya nggak, meski dalam 2 (dua) tahun perjalanan waktu sering bepergian ke Malaysia; kaki ini belum pernah sekali pun menginjak KLCC. Yang namanya twin tower hanya beberapa kali dilihat dari jauh, tak ada hasrat untuk mendekat apalagi bergambar di bawah kakinya seperti impian sebagian orang yang bertandang ke KL. Lalu, terjadilah keajaiban.

alkitab di hotel, hotel di kuala lumpur, shangrila kuala lumpur

Terakhir menemukan Bible di kamar hotel di Pattaya setahun lalu. Menemukan ini di jelang pagi di Shangri-La membuat hati bernyanyi .. my God is awesome He can move mountains …

Terkadang TUHAN ijinkan ada riak-riak kecil bahkan gelombang dahsyat menghantam bidukmu agar KasihNYA kau rasa dan kesetiaanNYA tak kau tampik dalam setiap langkah hidupmu. Jangan marah kalau TUHAN tak mengabulkan setiap pintamu meski untuk itu kau telah berusaha dengan segenap daya hingga air mata terkuras habis. Percayalah, DIA tahu yang terbaik untukmu.

Shangri-La Hotel Kuala Lumpur
11 Jalan Sultan Ismail, Kuala Lumpur, 50250, Malaysia
Telp. (60 3) 2032 2388
Fax. (60 3) 2070 1514
Email: Reservations

Dan … di Minggu siang itu, mata diajak menikmati menara kembar dari meja kerja di ruang tidur The Royal Suite yang dihiasi lampu kristal Swarovski, membuat rasa penasaran untuk mampir sebentar sebelum beranjak kembali ke Jakarta. O,ya, kalau kamu bawa anak-anak berjalan ke KLCC sempatkanlah untuk menengok Petrosains dan Aquaria, mereka pasti suka.

shangrila kuala lumpur

Kamar mandinya ada bathtub dan shower cubicle

Waktu yang terbatas, membuat saya hanya sempat memindai kilat koleksi buku di Kinokuniya sebelum turun ke stasiun LRT dan menumpang kereta ke Central Station lalu menyambung dengan KLIA Express. Ingin perjalanan yang berbeda dari yang lain, ciptakanlah perjalananmu sendiri! saleum [oli3ve].