Aku, Kau dan Traveloka


Masih ingat lonceng kapal yang menggantung di ambang pintu ruang opzichter di Kembang Kuning? Lonceng tua berwarna emas yang mengkilap bertuliskan Casablanca di ujung bibirnya itu terus memanggil langkah untuk kembali menjejak di kotamu. Kota yang tergesa kutinggalkan 3 (tiga) tahun lalu meski rindu kita belumlah tuntas diurai. Katamu, rindu jangan diumbar hingga luber. Simpanlah sedikit saja, agar tetap bertunas rasa untuk dipanen di satu waktu. Terkadang kamu cukup bijak, meski sering egomu yang berbicara.

surabaya heritage track, museum sampoerna
Surabaya Heritage Track

Kemarin, kulihat kembang-kembang rindu bermekaran di taman hatiku. Rindu tuk kembali menyapa kotamu. Rindu bercengkerama dengan mentari pagi di Ondomohen sembari menikmati Sate Klopo Ibu Asih. Dan tentu saja rindu pada lemper 168 yang mengenyangkan itu. Lemper raksasa, begitu kawanku menyebutnya ketika kubawakan sebagai buah tangan. Tetiba teringat potongan perbincangan malam itu.

“Lagi dimana Dul?” “Museum Sampoerna.” “Malam-malam gini? Ngapain? Sama siapa?” “Sendiri. Ketinggalan tur SHT sore tadi, jadi ya sekalian aja main dan makan malam di museum.” “Jangan lupa, besok pagi ketemu di Ondomohen ya.”

Ondomohen, guten morgen! Aku merindumu seperti penjaga malam merindukan pagi. Ingin bergegas menghampiri kotamu dan menyusuri jejak-jejak masa yang pernah ditinggalkan di beberapa sudutnya dengan SHT (Surabaya Heritage Track). Jangan kaget, bila nanti aku akan kembali memanen rinduku padamu bersama Traveloka.

lemper walikota mustajab, kuliner ondomohen
Lemper ondomohen, bukankah ini menggoda?

Bukan, dia bukan seperti yang ada dalam pikiranmu. Tak perlu kau tabur benih cemburu padanya. Traveloka memahami kerinduan kita. Dia yang memaksaku untuk segera berkemas dengan memberikan tiket perjalanan terbang pergi pulang ke Surabaya untuk menjumpaimu. Kamu pasti penasaran kan bagaimana dia berbaik hati memberikan tiket penerbangan itu?

Sudahlah, Traveloka tahu kamu pun ingin mendapatkan buah tangan darinya. Dia sedang bermurah hati berbagi #TiketGratisTraveloka terbang pergi dan pulang ke destinasi wisata impian di Indonesia yang diterbangi Citilink. Kamu suka menulis kan?

tiket gratis travelokaTulislah sebuah artikel menarik. Caranya? Kamu harus baca baik-baik petunjuk di SINI, secara singkat kamu bisa mengikuti petunjuk berikut:

  • Follow akun Twitter @Traveloka dan like Facebook Page Traveloka.
  • Buat artikel min. 400 kata dengan tema “Andai bisa terbang GRATIS, aku akan menemuinya
  • Ceritakan siapa dirinya yang ingin kamu jumpai dan apa yang akan kamu lakukan saat bersua dengannya?
  • Artikel ditulis pada media publik di internet menggunakan seperti WordPress, Blogspot, Forum, Kompasiana atau platform milik pribadi lainnya (BUKAN akun/blog duplikat).
  • Link (URL) artikel dikirim melalui formulir online di http://goo.gl/forms/GQxNhlLAqO.
  • Share artikel yang telah dibuat ke Facebook dan Twitter, dengan hashtag #TiketGratisTraveloka dan mention Traveloka.

Inga – inga! masa pengiriman artikel hanya sampai Senin, 8 Juni 2015 pk 18.00 wib. Pengumuman pemenang Rabu, 10 Juni 2015 di Facebook dan Twiter Traveloka.

traveloka app, tiket gratis travelokaEh sebentaaaar! Masih ada yang ingin aku bagi. Sebagai pejalan yang kekinian kamu pastinya melengkapi diri dengan gawai yang menunjang kegiatan perjalananmu kan? Traveloka sedang berbagi tiket GRATIS juga lewat promo Fly for Free.

Setiap pembelian tiket Citilink (rute dan periode terbang bebas) lewat Traveloka App, kamu berkesempatan ikut undian untuk mendapatkan 1 (satu) tiket PP Citilink. Pengundian dilakukan setiap Jumat dan diumumkan lewat Blog Traveloka. Coba deh unduh aplikasi Traveloka App terbaru di Android atau iOS kamu. Promo Fly For Free berlangsung sampai 26 Juni 2015.

ereveld kembang kuning, wisata sejarah surabaya
Ereveld Kembang Kuning, aku kan menjumpaimu di sini

Tunggu apalagi? Eh iya, tunggu aku di kotamu, Surabaya. Kan kubawa rindu ini tuk menjumpaimu, bersama kita susuri jejak-jejak masa yang pernah dan akan selalu melekat dalam kenangan, saleum [oli3ve].

25 thoughts on “Aku, Kau dan Traveloka

    1. mbak Monda bisa ajaaa
      seleraku konon aneh mbak

      btw di surabaya ada satu lorong yg aku suka, di situ ada pabrik sirop jaduuuuul habis. org Sby aja ndak tahu, yg kerja sana kaget pas aku datangi 3 or 4th lalu 😉

  1. kapan hayo di surabaya nya? kalau di minggu pertama bulan juni ini saya juga ke surabaya. tapi cuma numpang lewat aja untuk nyebrang ke pulau sebelah… 🙂

  2. Saya belum pernah menghabiskan waktu untuk jelajah Surabaya, jadi yang satu ini agaknya patut dicoba :hehe. Mesti jongkok dalam sunyi nih, untuk mencari sebersit inspirasi :hihi.

  3. Mbak Olyv…. awalnya aku pingin mengomentari soal traveloka itu. Tapi tiba-tiba aku ingin mengomentari cara mbak bertutur. Bagus bangeeeeeeet… Suka sama tulisanmu mbaaak

      1. Ga ada apa-apa mbak dgn Travelokanya. Tadi tuh pingin komentar kalo aku tuh belum pernah pesan tiket lewat traveloka dan merasa ga kekinian banget hihi…. *jadi malu* Kelar baca tulisan mbak, di benakku malah adanya ini: Ini cara bertuturya bagus bangeeeet. Akhirnya malah itu yang aku tulis haha..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s