Tags

, , ,


Natal belumlah merapat ke depan pintu. Rumah-rumah pun belum didandani dengan dekorasi yang dinominasi warna merah, hijau atau keemasan. Namun di satu siang yang panas, Sepotong Kue dari Santa yang lembut meluncur nikmat ke saluran cerna memberi warna berbeda lewat penyusuran rasa.

apple pie, sepotong kue, kuliner pasar santa

Apple Pie-nya lembut dan yummy

Siang itu sebuah janji mengantarkan kaki kembali melangkah ke Pasar Santa. Sebaris petunjuk tempat pertemuan dikirimkan lewat pesan singkat membuat kaki bergegas memasuki Santa Swalayan. Toko serba ada di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang telah lama berdiri di salah satu sisi Monginsidi itu tetap ramai meski banyak pesaing pasar yang bermunculan.

Saya menemui Hastuti, si pengembara dari Afrika yang mukanya lecek dilipat-lipat menahan gemes usai digodain penjaja buah di bibir pasar karena kelamaan menanti sang penebar janji. Puji Tuhan, ademnya pendingin swalayan mendinginkan hati dan menahan genggaman tangannya pada sebongkah gula batu yang tak jadi dilemparkan ke muka saya yang menebar senyum tak berdosa.

ice cream green tea, sepotong kue, pasar santa, kuliner pasar santa

Green Tea-nya hmmm slurp, kulit soesnya juga lembut

Tanda waktu menunjukkan pk 12 ketika kami akhirnya meniti anak tangga memasuki Pasar Santa. Belum ada tanda-tanda kehidupan di kedai-kedai kopi yang bertebaran di lantai 1. Demi menghalau lapar, atas saran seorang kawan kami pun beriringan melangkah ke salah satu sudut pusat jajanan untuk menikmati Ayam Bakar Madu.

Usai makan siang yang disambi berbincang ke sana kemari, lidah rasanya masih ingin mencicipi sesuatu. Iseng-iseng penasaran kami berkeliling melihat beberapa kedai yang mulai tampak beraktifitas. Terlihat dari orang-orang yang bergerombol di depannya. Di kedai Sepotong Kue, godaan Ice Cream Green Tea yang disajikan di atas mangkok Kue Soes dan Pie Apple dipadu dengan Ice Cream Vanilla Tella tak dapat ditampik. Rasanya? Cobain sendiri deh, pasti ketagihan.

sepotong kue, home made ice cream, pasar santa

Nia pemilik Sepotong Kue di dapur mungil Pasar Santa

cheese steak, sepotong kue, pasar santa

Cheese Stick ini asli enaknya

Nia pemilik Sepotong Kue berbagi cerita, sebelumnya dirinya hanya menerima pesanan dari kerabat dan kawan-kawan dekat lalu perlahan memberanikan diri buka booth di bazaar. Melihat animo pasar yang cukup bagus dan mendapat tawaran tempat di Pasar Santa; maka dicobanyalah membuka kedai kecil-kecilan di sana.

Karena obrolan terus berlanjut, sembari melihat Nia beberes di kedai dan melayani pengunjung yang lain; pesanan cemilan untuk menemani berbincang pun tak dihentikan. Maka semangkok Kue Soes dengan Ice Cream Diplomat yang ditaburi potongan buah, salah satu menu andalan Sepotong Kue menjadi cemilan penutup. Sayangnya, ternyata itu bukanlah penutup. Entah karena muka polos kami yang terlalu banyak bertanya sebungkus homemade Cheese Stick pun direlakan untuk kami nikmati tanpa perlu bayar hehe.

telur cicak, sepotong kue, ice cream, pasar santa

Telor cicak, salah satu pilihan topping jika ingin nambah

sepotong kue, home made ice cream, pasar santa

Uji kejujuran di sini

Diperlukan kejujuran untuk menikmati Sepotong Kue dari Santa. Saat hendak membayar makanan yang sudah dinikmati, Nia menyorongkan sebuah kotak berisi uang hasil penjualan hari itu. Ia mempersilakan saya untuk mengambil sendiri uang kembalian dari dalam kotak uang.

Berkat dari Santa ini luar biasa, namun nikmatnya Sepotong Kue belumlah sempurna bila tak ditutup dengan menyesap secangkir kopi. Jelang senja, pasar mulai diramaikan oleh kicauan sekelompok anak muda dan keluarga muda yang datang berombongan karena belaian liputan media. Kami memilih menepi ke lantai dasar dan berganti suasana dengan berbagi kisah lewat secangkir kopi di Dapoer Kopi. Saleum [oli3ve].