Tags

, , ,


Entah karena energi terkuras mondar-mandir di dua rumah sakit hari ini; saat melintas dengan TransJakarta menuju halte Juanda teringat pernah menikmati semangkok Tengkleng Sapi yang nikmat tak jauh dari Stasiun Juanda bareng om BA usai ‘ngubek-ubek Gereja Sion dan Immanuel beberapa waktu lalu. Membayangkan asem-asem pedesnya kuah tengkleng dalam TransJakarta yang adem membuat lidah bergoyang.

tengkleng sapi

Tengkleng Sapi

Maka, usai menemani seseorang melahap seporsi Es Krim Nougat, Spaghetti Ice Cream, seporsi Sate Ayam plus Asinan Bogor di Ragusa;

langkah pun diayun meniti anak tangga penyeberangan menyusuri Jl Juanda demi semangkok Tengkleng Sapi.

tengkleng sapi

Makannya pinter ya 😉

Jika melirik daftar menu, nama tempat makan ini RM Ayam Ancuur. Namun di kendaraan pengantaran tertulis RM Khas Solo. Tak tahulah mana yang paten, yang pasti mereka mengklaim spesialisasinya ayam kampung! Kalau yang mampir ke sini rata-rata memesan tengkleng, itu adalah pilihan selera.

Kepada si Mas yang sedang berjaga di dapur RM Khas Solo, seporsi Tengkleng Sapi, seporsi Tengkleng Kambing dan sepiring nasi pun dipesan. Sepertinya ada naga yang sedang mengamuk jelang senja, tak tahu mengalir kemana lelehan ice cream dan kawan-kawan yang di Ragusa tadi 😉

RM khas solo

Monggo kalau mau delivery

Begitu Tengkleng Sapi diantarkan ke meja, lidah mulai lulumpatan tak sabar pengen segera melahapnya. Butiran cabe hijau yang melayang-layang di dalam kuah Tengkleng benar-benar menggoda selera. Agar lebih nikmat, sebelum dicicipi beri sedikit perasan jeruk nipis dan gerus butiran cabe yang melayang hingga aromanya menyatu dengan kuah di dalam mangkok.

Dengan harga Rp 26,000 untuk semangkok Tengkleng Sapi/Kambing; jemari pun tak keberatan untuk menarik lembaran rupiah dari dompet demi menggapai kenikmatan rasa. Selamat makan, saleum [oli3ve].

Advertisements