Tags

, , , , ,


Rasa lapar dan haus menyerang usai menyusuri jejak Tintin. Sesuai kesepakatan awal, kegiatan terakhir di seputar Kemayoran adalah mampir ke Tansu Kemayoran. Namanya terasa janggal di kuping semenjak menemukannya tertera di agenda mengayuh. Hmmm … jenis makanan apa gerangan ini? Tak ada bayangan sama sekali wujudnya seperti apa?

tansu kemayoran

Meracik Tansu

Tansu adalah singkatan untuk Ketan Susu. Karena dijual di kawasan Kemayoran jadilah namanya dikenal dengan Tansu Kemayoran. Penganan yang terbuat dari ketan kukus, disajikan dengan ditaburi parutan kelapa lalu disiram dengan susu kental manis.

Tansu mengingatkan saya pada salah satu menu sarapan masa kecil yang terbuat dari ketan di kampung, Sokko’. Saya terbiasa menikmati Sokko’ dengan siraman Susu Kerbau Murni yang hangat. Berbeda dengan Tansu yang terasa legit dari paduan manisnya susu kental manis.

tansu kemayoran

Dapur  Tansu Kemayoran

tansu kemayoran

Berbagi ruang untuk menikmati Tansu

tansu kemayoran

Cemilan nikmat usai keringatan dan pegal menggowes, tampang-tampang ngeces😉

Kuliner ringan untuk mengganjal perut di pagi atau sore hari. Penasaran dengan rasanya? Silakan datangi langsung warungnya, tak perlu khawatir kehabisan karena usaha keluarga yang berdiri sejak 1960an ini buka 24 jam!

Tansu Kemayoran
Jl. Garuda Ujung No 5 RT 11/RW 08
Kemayoran, Jakarta Pusat

Sepiring Tansu nikmat dicicipi dengan sepotong dua potong gorengan yang siap saji di atas meja. Jika tak ingin mengantri, pilihlah waktu yang tepat untuk berkunjung, Tansu Kemayoran ramai dikunjungi pelanggan usai berolah raga di pagi hari dan pada jam pulang kantor. Total kerusakan? Cukup ringan koq, tak sampai merobek kantong hanya membuat jantung sedikit berdebar. Sepiring Tansu (dengan susu, bila tak suka manis bisa minta ketannya tanpa susu), dua potong gorengan dan segelas teh manis panas hanya Rp 6,000 saja. Selamat ngeces, saleum [oli3ve].