Satu Jam di [Little] Tokyo

Tonkotsu Ramen

MRT yang kami tumpangi dari stasiun sentral merapat dengan sempurna di perhentian terakhir. Bergegas langkah digeret mengikuti arus manusia yang berhamburan keluar stasiun.

“Werokom to ricel Tokyo.” sapa seorang lelaki Jepang berkimono putih sembari terbungkuk-bungkuk memberi salam dan mengajak setiap orang yang melintas di depan kedainya untuk mempir. Akhirnya … menjejak juga di Tokyo! Malam minggu, manusia berjubel memadati kawasan yang terkenal sebagai pusat kuliner Jepang ini. Kulirik jemari-jemari lincah di kiri kanan yang asik mengganti status di media sosial dengan @Tokyo ;).

little tokyo
Manusia menyemut di Little Tokyo, Blok M Square, Jakarta Selatan

Di depan kami bergerombol anak-anak ABG yang berebut untuk bergambar bersama manusia-manusia ber-cosplay. Setengah tujuh malam, kedai-kedai makanan/minuman dipadati pengunjung yang tergoda mewangi aneka aroma cemilan yang diolah dan disajikan di depan mata.

Setelah terbebas dari kerumunan manusia, penjelajahan mata dimulai. Beberapa tenda yang terlihat dikerubuti pengunjung pun dihampiri untuk memastikan apa yang ditawarkan di tenda tersebut cukup menarik untuk diicip atau sekedar dilirik.

kyabetsu yaki
Kyabetsu Yaki
kuliner jepang
Kyabetsu Yaki, sepuluh ribu satu lumayan untuk memanaskan perut

Puas berkeliling satu putaran, kami menghampiri salah satu tenda yang menawarkan aneka ramen. Dari tiga gambar yang ditampilkan di menu, lidah tergoda dengan penampilan Tonkotsu Ramen. Selidik punya selidik, pilihan pun dijatuhkan pada seporsi mie Jepang dengan irisan daging babi di atasnya. Sepotong Kyabetsu Yaki yang masih panas dan baru diangkat dari pemanggangan menjadi pelengkap makan ramen. Sajian terakhir yang menyapa lidah malam itu adalah sepotong Tai Yaki yang membuat lidah melepuh karena dimakan selagi panas dan secangkir es limun rasa sabun.

Tonkotsu Ramen
Tonkotsu Ramen, daging babinya lembuuuuuuut 😉
kuliner jepang
Kedai Tai Yaki
little tokyo jakarta
Ke Jepang karena tiket gratis hahaha

Ennichisai, festival tahunan Jepang yang diselenggarakan setiap pertengahan tahun untuk memperkenalkan beragam seni budaya hingga kuliner Jepang kepada masyarakat. Rumah-rumah makan Jepang yang biasanya menyajikan makanannya di ruang berpendingin, mengeluarkan para kokinya dari dapur untuk berjualan di tenda-tenda di pinggir jalan. Salam dari (Little) Tokyo, kawasan Blok M Square, Jakarta Selatan [oli3ve].

3 thoughts on “Satu Jam di [Little] Tokyo

Leave a Reply to Idah Ceris Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s