Tags

, , ,


Ayooooo, VOTE dan kirim si Penjelajah Kuburan ini ke Kerala. Satu KLIK’an anda akan sangat berarti untuk menempatkan sepasang kaki dari bumi pertiwi menjejak di India dan bergabung di Kerala Blog Express (KBE).

Caranya: KLIK gambar di bawah dan klik VOTE via facebook. Atau bisa juga KLIK di SINI. Cukup 5 menit saja! VOTING untuk menentukan 25 finalis akan berakhir Rabu, 15 Pebruari 2014. Artinya sisa waktu untuk memberikan suara tinggal HARI INI dan  ESOK!

kerala

Kerala Blog Express

Kenapa harus memberikan suara pada si Penjelajah Kuburan dan mengirimnya ke Kerala?

Meski Taj Mahal memiliki daya tarik tersendiri  bagi para pejalan, sepanjang mengikrarkan diri sebagai seorang pejalan belum pernah terbersit keinginan untuk menghampirinya. Apalagi menjejakkan kaki di wilayah India lainnya kala jiwa belum mendengar panggilannya. Namun dua magnet berikutlah yang menarik hati pada Kerala; Red Rain dan Kettuvalloms.

Kerala dengan ibukotanya Thiruvananthapuram adalah negara bagian India barat daya yang berbatasan dengan Tamil Nadu, Karnataka dan Samudera Hindia. Dijuluki sebagai God’s own country.

Pada 25 Juli sampai 23 September 2001, satu fenomena alam terjadi di Kerala. Hujan yang turun sepanjang kurun waktu tersebut berwarna merah, peristiwa ini  kemudian dikenal sebagai Red Rain. Banyak peneliti yang beranggapan bahwa air yang turun berwarna merah dikarenakan adanya campuran spora dari udara, yang lain mengatakan adanya partikel-partikel yang terbawa dari ledakan meteor.

red-rain-elite-daily

Ketika air menjadi merah karena Red Rain di Kerala (dok. http://elitedaily.com)

http://houseboats.keralagreenery.org/

Romantis ya naik Kettuvalloms 😉 (dok. http://houseboats.keralagreenery.org/)

Adalah Kerala Blog Express (KBE) sebuah ajang kompetisi blog dengan hadiah terbang ke Kerala, India yang menjadi topik pembicaraan di satu grup pejalan yang kemudian menggelitik untuk dijajaki. Berangkat dari keisengan, pendaftaran pun dari akhir Desember lalu. Hasilnya? Sampai hari ini berhasil mengumpulkan SEBELAS suara! Terlaluuuuu, kemana nih para supporter yang kerap memberikan jempolnya?

Satu gelitikan yang membuat tersadar ketika di ibadah Minggu pagi (12/01/14) kemarin Pdt Daniel Panji menutup khotbahnya dengan berbagi perjalanannya ke Tacloban City, Pilipina dan menyelipkan presenasi tentang Red Rain di Kerala. Akhir zaman segera datang, sebelum dunia lenyap mari ke Kerala!

Untuk urusan hoki-hokian lewat voting, memang bukan jalur peruntungan Penjelajah Kuburan. Tak ada pilihan selain menanti hasil pemberian suara yang diberikan tangan-tangan yang berbaik hati. Dengan dua belas suara (hari ini dapat tambahan satu suara, horee) sepertinya mustahil untuk bisa mewujudkan impian tersebut. Diperlukan mujizat untuk menggapainya.

Namun dengan bantuan kamu, kamu dan kamu; semua itu sudah terlihat di depan mata. Taruhlah setengah dari 1,400 nama yang tercantum sebagai kawan di facebook meluangkan sedikit waktunya untuk memberi suara, akan sangat mendongkrak pencapaian angka suara yang telah terkumpul, amiiiin.

Kirim aku ke Kerala!

Kirim aku ke Kerala!

Dari dalam gelap akan terbit terang! Ia juga yang membuat terangNya bercahaya di dalam hati kita,supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus – [2 Kor 4:6]

So, mari di-VOTE! Bantu asa untuk wujudkan mimpi menjejak di Kerala, tarimong genaseuh, Tuhan berkati, salam kembara [oli3ve].

Advertisements