Tags

, , , ,


Jika mengikuti kata hati, harusnya detik-detik pergantian tahun 2013 ke 2014 saya lalui bersama kawan-kawan blogger ASEAN di Kuala Lumpur hingga akhir minggu pertama 2014. Namun, mengingat kewajiban sebagai pekerja yang masih menerima upah bulanan dari kantor; saya memilih untuk pulang ke Jakarta pada 30 Des 2013 sore. Di samping itu, ada panggilan khusus untuk menghadap hadiratNYA pada ibadah tutup tahun yang WAJIB hukumnya dan tak mungkin dilakukan jika terbenam di tengah-tengah keriaaan. Terkesan konvensional namun untuk DIA pilihan saya saklak!

Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia – [1 Kor 2:9]

Firman di atas adalah pemenuhan janji Tuhan dalam menjalani 2013 yang baru saja berlalu.ย  Saat Pdt Edi R. Silalahi menyampaikan khotbah dalam ibadah tutup tahun di GDI Ambasador pk 18 Selasa (31/12/13), memori kembali memindai perjalanan setahun kemarin. Banyak banget kejutan yang Tuhan berikan sehingga mendadak saya menyebut 2013 sebagai my year time!Tahun dimana senyum lebih banyak merekah setelah tahun-tahun berat yang banyak memeras peluh dan menguras berliter-liter air mata.

Menjumpai IBU di Bukit Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar

Menjumpai IBU di Bukit Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar

Perjalanan 2013 diawali dengan ‘Ngelindur ke Aceh dan ditutup dengan satu perjalanan manis menitip jejak di Penang! Yang membuat spesial kedua perjalanan tersebut adalah perjalanan impian dan grateiiiissss! Mudik kedua kali ke Aceh karena menang lomba blog I Love Aceh Story, lalu berkesempatan ke Penang karena dianggap sebagai travel blogger dan jurnalis warga yang tulisannya punya nilai tersendiri bagi pemerintah setempat.

Kepulangan ke Aceh mempertemukan saya dengan penulis idola yang dirindu selama dua tahun. Tak sekadar bertemu muka, salam-salaman terus bubar layaknya penggemar bertemu idolanya. Ada satu energi yang menautkan kami untuk penuhi panggilan IBU teruskan langkah. Dari sebuah mimpi kecil berharap dapat menginspirasi lewatย rekam #jejakkeumala di rumah Perempuan Keumala. Karenanya 2013 pun saya sebut sebagai my Nanggroe’s year.

van reebeck

My Africa’s calling … gak sengaja menemukan batu nisan ini di Formosa saat dikejar waktu untuk menyelesaikan Historical Hunt MTH2013, Malaka

Jelang akhir bulan kesembilan TUHAN kasih kejutan lagi dengan sebuah jemputan dari seberang untuk menjadi partisipan Malaysia Tourism Hunt 2013. Terobosan baru, Penjelajah Kuburan meng-ASIA! Rasanya? Anugerah terindah hehehe. Maka 2013 juga adalah tahun syukur dan pemenuhan janji TUHAN.

Bersyukur masih diberi kesempatan untuk menikmati kasihNYA dan kembali melayani bersama GDI Choir setelah vakum setahun karena kebanyakan jalan. Untuk itu, ada harga yang harus dibayar! sekuat hati HARUS bisa menolak beberapa tawaran jalan (yg notabene menggoda dan gratisan) demi komit pada satu janji. Sebagai pejalan saya punya prinsip jika bisa gratis kenapa tidak? Tapi saya bukan penggemar gratisan yang maruk! Lagi … week end Agustus hingga Desember komitmennya untuk latihan dan untuk DIA!

GDI Choir

GDI Choir feat Regina Ivanova dalam ibadah raya Natal 2013 di Istora, Senayan

Aaaaaah, mendadak suara Edo Kondologit memenuhi ruang kosong dalam kamar yang menjadi adem di hari pertama tahun 2014 yang disiram gerimis ..

janji TUHAN adalah sempurna selalu indah pada waktuNYA takkan kulepaskan dalam dekapanku harta yang tak ternilai di hidupku

Khotbah Pdt Edi kembali terngiang … jangan terbuai! diberkati sedikit saja lupa sama TUHAN. Materi bukanlah segalanya. TUHAN tidak akan tanya saat kau sampai di pintu Surga, “berapa banyak harta yang telah kau kumpulkan di dunia, berapa banyak tempat yang telah kau kunjungi, dsb dsb … tapi DIA akan tanya, berapa jiwa yang telah kau bawa padaKU? apa yang telah engkau perbuat untukKU?” Persoalannya bukan TUHAN MAU atau TIDAK mau menolong ketika engkau menghadapi cobaan, tapi apakah kamu MAU atau TIDAK bayar harga?!” #skakmat!

Perlahan kedua ujung mata menyusuri firmanNYA yang didapat usai ibadah tutup tahun,

“Jika kamu meminta sesuatu kepada-KU dalam nama-KU, AKU akan melakukannya. – [Yoh 14:14]

firman natal

Janji TUHAN, YA dan AMIN

Lalu sebuah pesan yang diterima jelang detik-detik menuju pergantian tahun waktu KL pun terbuka di depan mata, “… Will see you more often next year, mark your calender for Sabah …”

Kembali kedua ujung mata ini basah, tersadar akan setiaNYA yang tak berkesudahan dan KasihNYA yang tak terbantahkan. Selamat menapak di 2014, tahun pelipatgandaan anugerah dan berkatNYA; JESUS loves you, saleum [oli3ve].

Advertisements