Tags

, , , ,


Science Film Festival (SSF) adalah salah satu kegiatan tahunan besar yang digelar Goethe-Institut yang dilangsungkan pertama kali di Thailand pada 2005 kemudian berkembang ke Kamboja, Indonesia, Yordania, Laos, Myanmar, Palestina, Filipina, Uni Emirat Arab dan Vietnam. Penyelenggaraan SSF di masing-masing negara tersebut dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan mitra-mitra lokal. Di Indonesia sendiri, SSF pertama kali diselenggarakan pada 2010.

science film festival 2013

Konferensi pers Science Film Festival 2013 diisi dengan demo eksperimen oleh mahasiswa Universitas Paramadina.

Dalam siaran persnya Michael Hoffmann, Kepala Bagian Pers dan Kebudayaan Kedutaan Jerman di Indonesia mengatakan pada penyelenggaraan SSF Indonesia 2012 lalu, tercatat lebih dari dari 23,000 pengunjung. Dirinya optimis tahun ini akan bertambah lagi. “Saya bergembira bahwa Science Film Festival kini sudah mapan di Indonesia dan bahwa kami berkesempatan mendukung sumber infotainment yang hebat dan unik itu sejak awal sampai sekarang.” Sekertaris Pertama Kedutaan Besar Republik Federal Jerman di Indonesia ini pun berharap,”Dengan memperkenalkan anak-anak, siswa dan mahasiswa kepada topik-topik festival, kami membantu generasi berikut warga negara dan pemimpin menghadapi tantangan di masa mendatang.”

SFF merupakan perayaan pendidikan sains yang menempati posisi unik di Asia Tenggara, Afrika Utara dan Timur Tengah. Festival ini mendukung literasi sains dan kesadaran akan isu-isu ilmu pengetahuan, teknologi dan lingkungan. SFF menyajikan film-film yang memaparkan isu-isu ilmu pengetahuan kepada khalayak yang difokuskan pada anak usia 9-14 tahun dengan mengusung konsep edutainment.

Tahun ini SSF mengusung tema Sustainable Energy for All seturut dengan kampanya global Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menggerakkan aksi dari semua sektor masyarakat untuk menyediakan akses kepada layanan energi modern.

Pada penyelenggaraan SSF Indonesia 2013, Goethe-Institut Institut Indonesia bekerjasama dengan Allianz Indonesia, Siemens, HILO School, Santika Indonesia Hotels & Resorts, Garuda Indonesia, Kedutaan Besar Jerman di Indonesia, Institut Français d’Indonésie dan Universitas Paramadina.

science film festival 2013

Ki-ka: Katrin Sohs, Direktur Program Regional Asia Tenggara, Australia dan New Zealand Goethe-Institut; Ikhsan Rosan, Senior Manager Public Relations PT Garuda Indonesia; Julieta Glasmacher, Communication Manager PT Siemens Indonesia; Karin Zulkarnaen, Head of Marketing Management PT Asuransi Allianz Life Indonesia; Vivi Herlambang, Marketing Communiacations Manager Santika Indonesia Hotels & Resorts, Michael Hoffmann, Bagian Kebudayaan dan Pers Kedutaan Besar Jerman di Jakarta; Arninta Puspitasari, Public Relations Manager PT Nutrifood Indonesia; Héloïse Pichot,Scientific Coordinator, Institut Français di Indonesia dan Anies Baswedan,Ph.D, Rektor Universitas Paramadina.

Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan,Ph.D dalam acara jumpa pers yang digelar di Goethe-Institut Jakarta Selasa (12/11/2013) mengatakan, orang tua perlu didorong untuk merangsang minat anak pada sains dan untuk melek energi. Suplai dan produksi energi kita semakin terbatas, anak-anak kita akan hidup pada era yang lain. Jika kesadaran tidak ditumbuhkan dari sekarang mereka akan hidup seperti kita dengan pola konsumsi yang berlebihan. Anies pun berharap setelah 4 (empat) tahun diselenggarakan di Indonesia, akan ada respon dari negara (Indonesia) untuk bisa menyelenggarakan kegiatan serupa.

SSF 2013 akan berlangsung dari 14 – 30 Nopember 2013 di 20 kota: Aceh, Ambon, Bandung, Bogor, Denpasar, Jakarta, Jayapura, Makassar, Malang, Medan, Palembang, Palu, Pontianak, Salatiga, Samarinda, Soe, Solo, Surabaya, Tomohon dan Yogyakarta.

Informasi mengenai jadwal pemutaran, sinopsis film dan lain-lain dapat dilihat di laman Science Film Festival. [oli3ve]

Advertisements