Tags

, , ,


banyak sekali cerita tentang Aceh yang masih tersimpan dan kadang menjadi misteri

Pengantar yang disampaikan oleh redaksi the Atjeh di atas sepertinya cocok jadi perenungan buat mereka yang mengaku jatuh cinta dan penasaran pada seluk beluk Aceh. Membaca kalimat tersebut membuat otak sedikit berpikir, hmm … bisa jadi ini salah satu sebab kenapa tertarik dan jatuh cinta pada Aceh.

the atjeh

Jejak Jati Diri Aceh, the Atjeh edisi perdana Oktober 2013

Apa yang membawa kamu ke Aceh?” Tanya itu sering terngiang kala rindu mengetuk hati untuk (kembali) melangkah ke bumi Nanggroe. Sebuah tanya sederhana yang mengemuka saat berjumpa pak Hasballah di pelataran peristirahatan terakhir Hasan Tiro di Mureu, Indrapuri, Aceh Besar akhir Pebruari lalu.

Tak setetes pun darah Aceh yang mengalir dalam tubuh ini, namun kerinduan itu selalu ada, panggilan itu selalu menggema dan ikatan tak biasa itu semakin erat mendekap sukma.

CINTA … sepotong kata yang memiliki makna sangat dalam itulah yang membawa langkah menjejak di bumi Nanggroe. Kalau sudah kadung cinta tak perlu penjelasan, cukup saling mengerti dan percaya bukan?

the atjeh

Yes, dapat dua edisi perdana Oktober dan Nopember 2013

Karena cinta pulalah maka minggu lalu ketika berjalan-jalan ke rumah Mister Hijrah Piyoh Saputra dan melihat ulasan the Atjeh, langsung kesengsem untuk memilikinya. Setelah tanya cara pemesanan, malah dapat nomor kontak AP Media untuk berlangganan. Uhuiiiy!

Kenapa the Atjeh memesona dalam sekejap? Majalah bulanan yang baru terbit 2 (dua) edisi ini (edisi perdana terbit Oktober 2013), isinya gw bangeeeeeeed! Maka ketika Ihan Sunrise menawarkan sekalian pesan dua edisi perdananya, langsung disambut dengan tangan terbuka. Umumnya ketika membeli/memesan sesuatu, barang baru akan dikirim setelah biayanya ditransfer dan diterima oleh pemilik rekening kan? Ini spesial tak pakai telor! Perdana, uang belum ditransfer tapi saya sudah terima pesan dan resi sebagai bukti paket sudah dikirim. Cihuiy kan?!

the atjeh

Keurajeun Lhee Sagoe

Edisi perdana the Atjeh yang diterbitkan oleh PT Atjeh Portal Media (AP Media) mengulas Jejak Jati Diri Orang Aceh Bermula, jejak Lamuri kuno! Dengan gambar sampul depan NISAN kuno! semakin terpesonalah hati ini dibuatnya.

Terus isinya seputar kerajaan tok? Noooooo, ada liputan PT Arun NGL dengan gambar Eyang Harto saat meresmikan proyek LNG Arun pada 1978. Liputan yang memutar memori pada satu ketika kala dipamiti seorang kawan untuk bertugas ke sana beberapa tahun yang lalu. Ada potret destinasi wisata Danau Lut Tawar di Takengon, Aceh Tengah mengingatkan pada lelaki Takengon yang seksi ;).

The Atjeh tak lepas dari sisipan berbumbu politis dengan memuat sosok Kak Na (Marlina Usman) istri Wakil Gubernur Aceh (Wagub), Muzakir Manaf yang melakukan kunjungan sosial ke sekolah gubuk bambu di Gampong Abeuk Reuling, Aceh Utara. Entah secara kebetulan atau keselip jika dalam edisi yang sama ada iklan sosok calon anggota DPR RI yang adalah kakak ipar Wagub Aceh.

the atjeh

Sabang Underground

Di edisi Nopember, ada ulasanΒ  tentang bunker dan benteng peninggalan Jepang di Anoi Itam dan bunker di Kota Atas, Sabang. Selama ini jika membicarakan Sabang atau Pulau Weh orang lebih cenderung membahas lautnya. The Atjeh melakukan terobosan lewat ulasan yang mengangkat Sabang Underground.

Maka semakin menggebulah hasrat untuk melumat sajian the Atjeh mengingat jejak pertama di pulau Weh Oktober 2012 lalu, menikmati angin sepoi di Anoi Itam dan menyusuri terowongan di Kota Atas. Daya imaji pun semakin membubung tinggi membayangkan nikmatnya menyeruput kopi itam di Solong sembari menuntaskan liputan dari Gayo, Loyang Mandale. Indahnya alam bawah laut Sabang tentu tak luput disajikan pula.

Berminat untuk berlangganan? Silakan menghubungi AP Media lewat:
HP : +62-852-760-81046
Versi Digital silakan ke Magzter

Memegang the Atjeh serasa memegang National Geographic versi Aceh ditilik dari ulasan, kualitas gambar, kertas, hasil cetak dan penyajian. Dari sisi advertorial, tak memakan banyak lembaran majalah. Membuka lembar demi lembaran the Atjeh pengobat rindu pada bumi Nanggroe Darussalam. [oli3ve]

Advertisements