Tags

, , , ,


Perempuan Keumala

Jarum jam di pergelangan tangan kanan menunjukkan pk 09.00 pagi. Dari dalam kedai khupi yang berada tepat di samping penginapan saya memperhatikan langit pagi yang tampak murung. Aaaah, semoga jelang siang mentari akan berseri sehingga perjalanan setengah hari ini bisa maksimal. Kutengok setengah gelas khupi itam masih tersisa untuk diseruput sembari menunggu Hadi sianakdesa yang katanya harus mengisi absen upacara bendera dulu di sekolah.

Dua jam duduk di sini pantat jadi panas juga. Beruntung si ibu penjaga kedai berbaik hati menemani ngobrol meski terkaget-kaget kenapa ada perempuan punya nyali yang begitu besar menjejak seorang diri di Nanggroe Aceh mencari kuburan? Perempuan yang dua hari ini mampir ke kedai saat malam semakin pekat dan nongkrong menikmati segelas khupi itam di pojokan kedai yang dipenuhi kepulan asap rokok dari para lelaki yang asik bermain catur sembari berbagi tawa hingga jelang pagi. Perempuan yang sudah menampakkan batang hidungnya karena perutnya meronta mencari sarapan…

View original post 532 more words

Advertisements