Tags

, , ,


Saya bukanlah penggemar bakso, kalau pada satu kesempatan anda melihat bayangan saya nongkrong di warung bakso bisa jadi karena alasan-alasan berikut:

  • Warung/tenda bakso itu satu-satunya tempat terdekat untuk memuaskan permintaan mendesak dari kampung tengah
  • Ikut keriaan kawan demi memuaskan keinginannya makan bakso
  • Sekedar numpang lewat karena penasaran
  • Bisa jadi itu adalah kembaran saya😉

Poin kedua dan ketiga di atas itulah yang terjadi kemarin. Setelah sepagian hingga sore ‘nongkrong di gereja, usai ibadah pengutusan dan latihan do re mi sol do; sekelompok penggila bakso menyetani untuk ikut ngebakso. Duh Gusti, baru keluar gereja kerjanya nyetanin sesama? *terlaluuuuu hahaha*

bakso nikki

Perhatikan dan pahami makna tulisan di dinding itu dengan baik sebelum anda masuk ke Warung Bakso Nikki😉

Dikarenakan satu agenda saya gak jelas eksekusinya, akhirnya saya pun rela dibajak ke daerah Tebet. Kami berangkat dalam 3 kloter menggunakan armada 44 karena penumpangnya kelas berat semua.

Nikki Bakso Daging Sapi, tulisan yang terpampang di atas pintu masuk warung sederhana di sudut Jl. KH Abdullah Syafe’i itu terbaca saat menanti lalu lintas sedikit sepi untuk menyeberang jalan. Sampai TKP, di dalam penuh sesak dan masih ada antrian calon pembeli yang berdesakan di depan pintu. Hmmm …. melihat keramaian pengunjung bisa ditebak ini tempat ngebakso yang dicari orang.

Setelah menanti beberapa saat, dapat meja yang kosong juga meski rombongan kami duduknya terpisah dan duduk bergabung dengan pengunjung lainnya. Yang penting kan bisa ngebakso! Di dinding ada beberapa tulisan seperti: Taoge dan Sawi Pesan Dulu, Pengamen Dilarang Masuk tapi yang paling menarik mata sejak berdiri di depan pintu adalah Di Warung Bakso Ini Tidak Boleh Untuk Pertemuan Makan Bersama.

Sempat bingung gimana cara pesannya, terlebih saat mendengar seseorang yang biasanya paling ogah untuk diajak makan banyak berteriak,”Bang, saya SATU SETENGAH porsi ya!” Gleeeeekkkk, gak salah dengar? Dengan memperhatikan kalimat pertama dari tulisan ini, saya pun memesan satu porsi bakso setelah mengintip dan tanya-tanya isi mangkok yang lain. Tak menunggu lama, pesanan pun diantarkan ke meja dengan penampakan seperti gambar berikut, tadaaaaaa!

bakso nikki

Seporsi bakso Nikki Rp 10,000 isinya: 4 butir bakso sapi yang lekker, bihun, tetelan gajih dan taburan bawang goreng serta seledri

Penampilannya gw banget! Bening tanpa campuran bumbu yang aneh-aneh, setelah tetelannya disumbangkan ke mangkok sebelah perlahan mulai mencicipi rasa kuahnya. Hmmm …. mantraaaaaaps, rasanya pas di lidah. Untuk penambah rasa dan penggugah selera, saya ikut-ikutan menumpahkan dua sendok air cabe ijo ke dalam kuahnya. Eh … pedesnya belum terasa, akhirnya dituang lagi hingga lima sendok kuncup baru deh dapat sensasi pedes ala lidah saya. Baksonya pun pas di lidah, rasa daging sapinya terasa dan bisa sekali hap masuk mulut karena bulatan baksonya berukuran sedang. Konon baksonya gak digiling dengan mesin tapi digebuk-gebuk dengan tangan alias manual.

Agar lebih mantap, jangan lupa cobain krupuk kulit dan rempeyek kacangnya, endang bambang gurindang deh. Di salah satu sudut warung ini terdapat lemari khusus untuk memajang krupuk-krupuk ini, silahkan diambil sesuai selera tapi jangan lupa dihitung saat bayar ya.

bakso nikki

Pojok sajian merangkap tempat membereskan perkara kerusakan yang dibuat selama di Nikki

Aaaah, kenyang deh jajan sore. Setelah sendok dan garpu ditelungkupkan di mangok mendadak yang duduk di sebelah saya teriak sama abangnya,”Bang, tambah satu porsi!” Whaaaaaaat? Bagi saya cukup deh satu mangkok dan tak tergoda untuk  menambah, lain kali ajak-ajak ke sini lagi ya temans😉

gdi choir

GDI Choir, senang bisa kembali melayani bersama kalian, love yuuuuuu. (dari BB Lasma)

Ada yang penasaran dan mau mampir ngebakso? Ancer-ancernya kalau dari Ambasador setelah fly over Apartemen Casablanca adanya di kiri jalan.

Nikki Bakso Daging Sapi
Jl. KH Abdullah Syafe’i RT.004 RW 01 No 11
Casablanca – Jakarta Selatan
Telp 021 – 835 1455 – 0813 8366 4647

Selamat ngiler Indonesia [oli3ve]