Tags

,


Java Jazz, salah satu ajang yang ditunggu-tunggu para penggemar musik jazz Indonesia. Di sinilah para musisi jazz baik dari dalam maupun luar negeri, yang baru muncul ke permukaan hingga yang sudah kenyang asam garam berbagi panggung memukau para penggemar beratnya.

Berbeda dengan beberapa kawan yang sudah berburu tiket murah jauh-jauh hari sebelum hari H, saya bukanlah tipe orang yang senang datang berduyun-duyun dan berdesak-desakan untuk menikmati satu pertunjukan. Mengeluarkan sejumlah uang untuk sesuatu yang diidamkan hati tidaklah berat, namun bila hati tak ingin maka tak bisa pula dipaksakan.

Pdt Gilbert Lumoindong & Peter Gontha

Pdt Gilbert Lumoindong & Peter F. Gontha di the Gospel According to Jazz 2013

Entah berapa puluh kali mereka pernah bergantian merayu untuk ikut ke Java Jazz. Bahkan kala ajang itu masih berlangsung di Jakarta Convention Center yang tinggal selonjoran sampai; ada yang bersedia membelikan selembar tiket terusan namun saya lebih senang menikmati mimpi di kamar dan membiarkan mereka terheran-heran dengan pilihan tersebut hehehe.

Keputusan berbeda saya ambil ketika disodori undangan gratis pada 2011 lalu. Meski cuma memegang satu tiket, penasaran juga untuk melihat ada apa sih di Java Jazz? Setelah mengorek info ke sana kemari, janjian dengan kawan yang punya tiket di hari yang sama untuk berangkat bersama.

Matthew Sayersz

Matthew Sayersz

Nah, tahun ini saya kembali ke Java Jazz 2013! Sebuah undangan gratis kembali ditawarkan hanya saja waktunya gak pas jadi terpaksa ditolak. Tapi saya akhirnya menyiapkan diri datang ke Java Jazz Minggu pagi (03/03/13) untuk mengikuti ibadah The Gospel According to Jazz. Ada gituuuuuuu? Ada dooooonk!

Walau lokasi kegiatan sudah terekam, tetap pagi itu berdua kawan kami “nyasar” ikut ibadah di Abba Love. Ada untungnya juga karena jadi belajar bersabar saat berjemur di gerbang tak dibolehkan masuk lokasi oleh petugas keamanan. Katanya sih gak bisa menunjukkan tiket padahal sebagian besar yang datang karena konfirmasi kicauan dari penyelenggara. Kami pun sempat rebutan tiket dengan cowok yang datang pamer-pamer tumpukan tiket sampai perempuannya ngamuk hahaha.

Glenn Fredly

the star Glenn Fredly

Pdt Gilbert Lumoindong, lama tak melihatnya eh sudah langsingan ternyata ;)

Pdt Gilbert Lumoindong lama tak melihatnya, eh sudah langsingan ternyata

Miskom terjadi akibat penyelenggara tak mensosialisasikan peraturan tersebut kepada yang bertugas menjaga pintu gerbang.  Habislah om Peter Gontha, bos Java Jazz Production dimaki ibu-ibu yang gak bisa masuk ke arena Java Jazz karena dihalang-halangi petugas keamanan.

Belajar dari pengalaman, om Peter berjanji tahun depan The Gospel According to Jazz-nya akan dibuat lebih besar dan kejadian jemaat dihalang-halangi di pintu masuk diharapkan tak ada lagi. Semoga ya om, God bless ya! [oli3ve]

Advertisements