Tags

, , , ,


Bila India punya Taj Mahal, Thailand ada Prasat Hin Phimai dan Durban dengan Kastil Stratford-nya yang dibangun sebagai simbol cinta kasih; di Aceh ada Gunongan. Gunongan dari kata dasar gunong (bahasa Melayu) artinya gunung, adalah sebuah bangunan berupa gunungan yang dipersembahkan oleh Sultan Iskandar Muda kepada permaisurinya Putri Kamaliah dari Negeri Pahang, Malaysia.

Lukisan Gunungan 1882 di Museum Aceh

Lukisan Gunungan 1882 di Museum Aceh

Putri Kamaliah atau lebih dikenal dengan Putroe Phang diboyong Sultan Iskandar Muda ke Aceh setelah menaklukkan Pahang, Malaysia. Saking cintanya pada permaisuri dari Pahang, Sultan Iskandar Muda memenuhi permintaan Putroe Phang dan membuatkan baginya taman sari di belakang istana tempat permaisuri menyepi dan menghibur diri kala kerinduan akan negerinya menghampiri. Di Taman Ghairah, taman yang berada di belakang kompleks Kesultanan Darud Donya inilah sebuah gunongan menjadi perwujudan bebukitan negeri Pahang dibangun.

gunongan aceh

Prasasti Gunongan

Sebuah prasasti di kanan bangunan menjelaskan tempat ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda yang memerintah Aceh pada 1607 – 1636. Di bagian belakang Gunongan terdapat satu bangunan berbentuk persegi yang dulunya adalah taman yang kemudian dijadikan tempat pemakaman Sultan Iskandar Thani menantu Sultan Iskandar Muda. Taman yang kemudian dikenal sebagai kandangan.

Bangunan tiga tingkat serba putih yang tingginya mencapai 9,5 meter ini, puncaknya berbentuk bunga yang sedang mekar. Saya bersyukur bisa berkunjung ke tempat ini pada perjalanan singkat ke Aceh awal Oktober 2012 lalu. Sambil meniti terowongan kecil menuju puncak Gunongan saya membayangkan ritual kegiatan berjemur sang permaisuri kala itu.

Lorong kecil melingkar di atas Gunongan beralas rumput dengan dinding berbentuk kelopak bunga dengan hiasan bunga di atas setiap pucuknya. Wajar bila sang permaisuri menjadikan tempat ini sebagai tempat menghibur diri, karena dari atas puncaknya sang permaisuri dapat mengamati sekeliling istana.

Di kiri depan Gunongan terdapat satu batu besar berbentuk undakan yang memiliki cekungan di tengahnya. Sekeliling undakan yang menyerupai kelopak bunga ini dihiasi ukiran. Dari bapak yang menjaga di tempat ini saya dapat penjelasan bahwa undakan batu yang disebut Penterana Batu ini, dulunya digunakan sebagai tempat penobatan sultan.

gunongan aceh

Gunongan Aceh sekarang

Berbicara soal penobatan sultan, ada satu kisah tragis yang menimpa Putra Mahkota kesayangan Sultan Iskandar Muda, Meurah Pupok. Konon karena tersaput cinta pada Putroe Phang pulalah Sultan Iskandar Muda tidak menangkap adanya konspirasi yang dilakukan oleh Putroe Phang untuk menyingkirkan Meurah Pupok melangkah ke singgasana.

Meurah Pupok mati diujung pedang ayahandanya sebagai hukuman atas tuduhan perzinahan yang dihembuskan oleh Putroe Phang. Jasad sang Putra Mahkota bahkan tak diijinkan untuk dimakamkan di pemakaman kerajaan. Meurah Pupok akhirnya dimakamkan di luar lingkungan Darul Donya, tepatnya di tengah Kerkhof Peutjut sekarang.

gunongan aceh

Pintu keluar di lantai 2

Sepeninggal putranya, Sultan Iskandar Muda sangat dikagumi dan dicintai oleh rakyatnya sering terlihat murung hingga akhirnya jatuh sakit dan meninggal. Konspirasi untuk melenyapkan Putera Mahkota pun bukan hanya sekedar isapan jempol karena diperkuat dengan naiknya Sultan Iskandar Tani yang berasal dari Pahang menggantikan Sultan Iskandar Muda.[oli3ve]

Advertisements