Tags

, ,


Jakarta pada Kamis, 17 Januari 2012 pk 06.30 kala hujan masih betah mengucurkan diri dari langit. Meski sudah rapi masih gak berani melangkah keluar rumah, bukan karena gak pede tapi di luar hujan betah banget berkejaran dengan angkuhnya!

Heran ya kalau lagi musim hujan semua pool taksi sepakat menjawab telpon,”jurusan yang anda tuju sedang sibuk, cobalah beberapa saat lagi!” atau “maaf, operator kami sedang sibuk, silahkan tunggu!” Bukan hanya itu, semalaman gak ada yang mau terima orderan dengan alasan,”sudah penuh!”

Mendengar laporan pandangan mata dari salah satu penghuni rumah yang nekad melakukan pemantauan ke tkp, ketinggian air di depan rumah sakit Mintoharjo sedada dewasa! Hujan gak ada taksi, emoh ngojek, memilih duduk manis di depan tipi dan sms bos gak bisa on-time ke tempat pertemuan. Eh, si bos nyaranin cari taksi *eaaaaaa! semua akses telah terkepung air bijimana ini?* Tiga puluh menit berselang, sms bos lagi rumah kedatangan tamu,”banjiiiiiiir!” *ganti baju, linting celana yuuuk!*

banjir jakarta

upadate! meski banjir tetep eksis πŸ˜‰

pk 09.00 Β danau Toba meluap! evakuasi!
Barang-barang dari kamar di lantai bawah sudah diamankan ke lantai dua, waktunya keluar dari rumah sebelum air bertambah tinggi. Sempat panik karena pintu rumah tidak bisa dibuka akibat sampah menempel jadi mesti dorong-dorongan dan tarik-tarikan daun pintu.

banjir jakarta

air sudah sepinggang dewasa

Saat melangkah keluar pagar ketinggian air sudah sepinggang orang dewasa, teman yang tinggi badannya 170cm aja pinggangnya sudah kelelep. Waduh! masa jalannya pakai jinjit biar laptop dan tas aman dari jilatan air? Tiba-tiba teringat semalam pulang jelang pk 22 ada tetangga yang meninggal, bagaimana nasibnya? Syukurlah saat bertemu pak satpam dikabari kalau jenazah pagi-pagi sudah disemayamkan di IKJ. Gak kebayang mesti evakuasi jenazah di tengah yang masih hidup aja kesusahan menerjang genangan air!

Arus air tahun ini gak sedahsyat 2007, namun debit airnya lebih tinggi dari yang sudah-sudah. Hal ini dibuktikan dengan terendamnya pinggang saat mulai melangkah di jalan yang telah berubah menjadi sungai.

Dipikir-pikir banjir ini jadi objek wisata buat beberapa warga Jakarta yang digelar lima tahun sekali. Bagi yang sudah sering kebanjiran kejadian ini sudah seperti kegiatan rutin untuk mengamankan barang ke tempat yang lebih tinggi. Banyak warga yang betah bertahan di lantai dua rumahnya dan menjadi penonton sekaligus pemandu sorak warga yang melintas di jalan menerjang air keruh memanggul harta berharga mereka. Selamat datang Sail Jakarta 2013!

banjir jakarta

Sail Jakarta 2013!

Yak! berhasil keluar dari genangan air dengan peralatan tempur: kamera, laptop, dua potong kaos buat ganti dan HP tapi dompetnya dimanaaaaaa? OMG, dompet ketinggalan di tas yang satu! huaaaaaaaa, gimana mau jajan? Gini nih kalo diburu-buru untuk segera kabur!

banjir jakarta

SOS, perahu karet siap meluncur ke danau Maninjau yang sudah jadi danau

Menjelang maghrib diantar tukang ojek melintas di Sudirman tanpa helmet menuju tempat pengungsian. Mengambil jalan pintas menghindari pemeriksaan di Plaza Semanggi tukang ojeknya teriak, “misi pak! bawa korban banjir menuju markas, ibu polwan ini!” Huahahahahahaaaaaa, bisa aja si mas! Sepanjang jalan jadinya kita tertawa gak habis-habisnya!

Dua hari di penampungan dijamu dengan baik dan benar, ditemani sahabat-sahabat yang baik dan manis; jadikan satu momen yang indah di awal tahun 2013 sebuah perjalanan yang penuh makna. Buat yang tak sempat hadir jangan sirik karena setiap orang memiliki golden momentnya masing-masing hehehe. Semoga mereka yang banyak kehilangan karena banjir tetap diberi kekuatan untuk menjalani kehidupan selanjutnya.

Tanpa perlu mengeluh dan bersungut-sungut, satu pelajaran berharga dari perjalanan ini adalah lewat setiap masalah mata kita akan terbuka. Kita akan tahu mana kawan yang sejalan, peduli pada sesama dalam derita dan mana yang maunya menang sendiri. Lewat banjir, egomu akan dilatih kawan!

banjir jakarta

Weeping may tarry for d night, but joy comes w/ d morning – [Psalm 30:5] @level 38

Segala sesuatu ada masanya, don’t worry be happy
Tetap bersyukur karena Tuhan selalu menyertai langkah kita
Jakarta, 19 Januari 2013

catatan jelang senja di level 38

banjir jakarta

banji! banjir! banjir! datang lagi sayang

Advertisements