Tags

, ,


Jika satu masa anda dicuci otak untuk membenci sekelompok atau seseorang tanpa mau tahu kenapa mereka harus dibenci hanya terus melakukan sesuatu untuk menguatkan dan menyebarkan kebencian tersebut. Lalu suatu ketika anda diperhadapkan pada kenyataan bahwa orang yang anda benci setengah mati tersebut justru membuka mata hati anda pada satu kenyataan bertolak belakang dengan doktrin yang selama ini ditancapkan ke dalam kepala anda; apa yang akan anda lakukan? Meluruskan masalahnya sehingga orang lain tahu, mendiamkan karena takut dicela, dihina bahkan jadi korban atau menganggapnya sebagai angin lalu? Buku ini ditulis oleh Anchee Min sebagai ungkapan penyesalan dan terima kasih untuk Pearl S. Buck.

Di masa mudanya Anchee Min pernah mengecam habis-habisan Pearl S. Buck karena perintah Madame Mao. Kejujuran Pearl dalam menuliskan kehidupan keluarga Wang dalam The Good Earth dianggap menghina petani Cina yang pengertiannya sama dengan menghina Cina.

Sebuah novel biografi yang diilhami dari kehidupan dan cinta Pearl S.Buck, anak dari misionaris Amerika Absalom Sydenstricker. Kisah Pearl S. Buck dituturkan dengan manis lewat kehidupan dan sudut pandang sahabat dari masa kecilnya Willow Yee. Pearl lahir dan besar serta menghabiskan hidupnya selama 40 tahun di Cina. Karena bukunya The Good Earth dianggap racun dan berbahaya, Pearl tidak diijinkan menjejakkan kaki kembali di Cina hingga akhir hayatnya meski sekedar untuk mengunjungi makam ibunya. Kisah tersebut dipaparkan dengan jelas dalam buku ini saat kunjungan Presiden Nixon ke Cina yang rencananya juga disertai dengan kedatangan Pearl Buck, sayang visanya tidak disetujui oleh pemerintah komunis yang berkuasa pada masa itu.

pearl of chinaMasih sama seperti buku sebelumnya Empress Orchid dan The Last Empress, buku ini juga menggambarkan situasi politik Cina pada akhir abad 19 dan awal abad 20. Pergerakan sosial karena didorong oleh besarnya kesenjangan sosial di dalam masyarakat dan menentang idealisme komunis dibawah kepemimpinan Mao yang tiran. Juga menyinggung perkembangan dunia literasi Cina pada masa tersebut, tentang pujangga Cina Hsu Chi Mo yang beberapa karyanya dikutip penulis di dalam buku ini. Hsu Chi Mo meninggal dalam kecelakaan pesawat di usia yang masih sangat muda 34 tahun. (Koq jadi ingat Ingrid Jonker ya)

Salah satu bacaan yang berhasil mengaduk-aduk emosi, JEMPOL!

Advertisements