Tags

, ,


Hari ini sudah punya acara liburan dengan keluarga/teman/pacar atau bingung tak tahu mau kemana? Mungkin anda tertarik berwisata keliling kota Jakarta dengan menumpang TransJakarta (TJ). Mengenai ongkos transportasi tak usah khawatir, sepanjang hari ini Minggu (26/02) pk 05.00 -23.00 Badan Layanan Umum TransJakarta (BLUT) memberlakukan tiket gratis di semua koridor. Anda hanya perlu mempersiapkan stamina yang cukup fit terutama kaki dan mental yang kuat. Kenapa?

Karena di selter tertentu anda harus berjalan turun naik jembatan penyeberangan (jpo) untuk berpindah koridor sesuai tujuan serta berdesakan dengan penumpang lainnya dalam badan bis bak ikan sarden dalam kaleng. Untuk pertama kalinya sejak uji coba peluncuran koridor pertama (Blok M – Kota) yang  memberikan kesempatan kepada masyarakat “menikmati” naik TJ dengan gratis, pengelola TJ kembali memberikan layanan gratis. Menurut Humas BULT Sri Ulina yang dikutip dari berita di sini layanan sehari gratis ini dalam rangka memperkenalkan TJ kepada masyarakat umum.

transjakarta

Bis TransJakarta melintas di Koridor 1 (Kota – Blok M)

Mungkin anda masih berpikir cuma mau keliling-keliling Jakarta gratis lalu berhimpitan dalam bis apa enaknya? Kenapa tidak mencoba menggabungkan wisata TJ dan wisata museum?

Tempat Wisata Murah Meriah di Jalur TransJakarta
Jika anda menumpang TJ lewat koridor satu (Blok M – Stasiun Kota), ada banyak tawaran wisata yang bisa dikunjungi. Tertarik? Di bawah ini saya berikan tempat tujuan wisatanya, anda bisa mengatur waktu sepanjang hari ini ke mana akan berkunjung.

Museum Polri
Ini adalah museum semi modern yang dikelola oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia berisi sejarah kepolisian RI dengan konsep galeri. Jika anda membawa anak-anak, jangan khawatir mereka pasti akan menikmati permainan di Kids Corner. Di sini anak-anak bisa bermain sambil belajar menjadi petugas patroli atau detektif. Gedungnya berada di Jl Trunojoyo No 3, Kebayoran Baru (perempatan lampu merah), tak jauh dari terminal Blok M.

Jam Operasional : Selasa – Minggu (pk 09.00 – pk 16.00)
Tiket Masuk : GRATIS!

Karena wisata ini digabungkan dengan program gratis naik TJ, setelah dari museum Polri berjalan kakilah sedikit ke arah Bulungan dan naik TJ dari selter Masjid Agung (Al Azhar).

Museum Nasional
Museum Nasional lebih dikenal dengan sebutan Museum Gadjah karena di depan gedungnya ada patung gajah berwarna hijau. Gajah ini adalah hadiah dari Raja Thailand Chulalongkorn pada tahun 1871. Gedungnya tepat berada di seberang Monas, jadi kalau naik TJ tinggal turun di selter Museum Nasional lalu menyeberang ke kiri. Yang unik dari museum ini adalah koleksi yang dikelompokkan sesuai jamannya : prasejarah, arkeologi, keramik, numistik-heraldik, sejarah, etnografi dan geografi.

Kalau ingin mengajak teman warga negara asing yang ingin berkunjung ke Museum Gadjah tak perlu khawatir untuk menerangkan seluk beluk dan isinya. Di sini disediakan pemandu khusus dengan bahasa Inggris, Jerman, Korea atau Jepang.

Jl Medan Merdeka Barat No 12, Jakarta Pusat
Jam Operasional : Selasa – Jumat (pk 08.00 – pk 16.00)/Senin – Minggu (pk 08.00 -pk 17.00)
Tiket Masuk : Rp 5,000 (dewasa), Rp 2,000 (anak-anak), Rp 10,000 (asing)

Museum Taman Prasasti
Jika anda ingin melihat dari dekat kuburan modern yang sudah ada dari tahun 1795, berkunjunglah ke Taman Prasasti. Taman pemakaman Belanda ini dulunya bernama Kebon Jahe Kober, berada di belakang kantor walikota Jakarta Pusat, pelatarannya cukup teduh oleh rindangnya pepohonan. Siapa saja yang dimakamkan di sini? Dr HF Roll pendiri STOVIA makamnya ditandai dengan sebuah buku terbuka, Olivia Marianne Raffless istri Thomas Stamford Raffless dsb. Tahu So Hok Gie kan? Dulu Gie dimakamkan di sini sebelum jasadnya diperabukan dan ditebar di gunung sesuai dengan permintaan terakhirnya. Sekarang yang masih tersisa di Taman Prasasti adalah guardian angle di atas bekas makam Gie. Penasaran untuk mencarinya?

Dari Museum Gadjah, berjalanlah ke kiri dan masuk ke Jl Museum (jalan kecil yang biasanya jadi pangkalan angkot) sampai pertigaan belok ke kanan hingga lampu merah. Menyeberanglah masuk ke Jl Tanah Abang 1, Museum Prasasti berada tepat di ujung jalan itu.

Jl Tanah Abang 1 No 7
Jam Operasional : Selasa – Minggu (pk 09.00 – 17.00)
Tiket Masuk : Rp 2,000 (dewasa)

Monumen Nasional dan Museum Sejarah Nasional
Monas pasti kita semua sudah tahu, tapi sudahkah anda menjelajahi dari dasar hingga ke puncaknya? Jangan salah, teman saya yang lahir dan besar di Jakarta ada lho yang belum pernah masuk ke kawasan Monas apalagi naik sampai ke puncaknya. Monas sebagai ikon kota Jakarta mulai dibuka untuk umum pada 18 Maret 1972 (jadi ingat film jaman dulu pasti deh ada Monasnya). Pemancangan batu pertamanya dilakukan oleh Soekarno pada 17 Agustus 1961.

Di bagian bawah tugu Monas, terdapat Museum Sejarah Nasional berisi diorama yang menggambarkan peristiwa bersejarah di Indonesia. Di ruangan ini pengunjung juga dapat mendengarkan suara Bung Karno saat membacakan Proklamasi. Di akhir pekan pelataran Monas juga dijadikan sebagai tempat rekreasi dan olah raga bagi sebagian besar warga Jakarta.

Jl Silang Monas Jakarta
Jam Operasional : Senin – Minggu (pk 08.30 – 17.00)
Harga Tiket :
Pelataran Cawan : Rp 2,500 (dewasa); Rp1,000 (Anak-anak/Mahasiswa)
Pelataran Puncak : Rp 7,400 (dewasa); Rp 3,500 (Anak-anak/Mahasiswa)

Kota Tua Jakarta
Tempat yang sedang trend dikunjungi di akhir pekan belakangan ini adalah Kota Tua Jakarta. Berbagai aktifitas bisa dilakuka di sana seperti berfoto diantara bangunan tua, berkeliling dengan sepeda ontel, kuliner, mengunjungi museum atau sekedar bersantai di halaman Museum Fatahillah.  Jika anda naik TJ lewat koridor satu, turunlah di pemberhentian terakhir yaitu di Stasiun Kota (Beos). Di kawasan kota tua ada 4 (empat) museum yang bisa dikunjungi : Museum Bank Mandiri (MBM), Museum Bank Indonesia (MBI), Museum Wayang, Museum Sejarah Jakarta (Fatahillah) dan Museum Keramik.

Tiket masuk ke semua museum tersebut juga sangat murah untuk mendapatkan pengetahaun sejarah bank di Indonesia (khususnya Mandiri dan BI), melihat dari dekat bekas penjara bawah tanah gedung balaikota (stadhuis) dari jaman pemerintahan Hindia Belanda dan sebagainya. Tunggu apalagi? Saya jamin anda tidak akan menyesal bila masuk ke museum tersebut. Bila ke MBM dan MBI, jangan lupa untuk masuk hingga ke ruang bawah tanah dan temukan sensasinya.

Membawa Bekal dan Kudapan Ringan
Biar lebih hemat lagi, saat berjalan-jalan jangan lupa bawa botol minum yang penuh, kudapan ringan dan bekal makan siang sendiri dari rumah. Untuk mengabadikan perjalanan wisata anda, jangan lupa selalu membawa kamera di dalam tas serta handuk kecil untuk mengusap peluh setelah berjalan dan berdesakan di dalam TJ. Bagaimana, anda tertarik menikmati wisata murah meriah ini? Selamat berwisata! [oli3ve]

Advertisements