Tags

, , ,


Jumat (17/02/12) kemarin habis nonton press screening film “Negeri 5 Menara” ya sudah, sekalian deh ditulis review buku dan film-nya di sini πŸ˜‰ Novel ini ditulis oleh Ahmad Fuadi karena terinpirasi dari perjalanan hidupnya menempuh pendidikan di Gontor (dalam novelnya disebut Pondok Madani). Mengikuti nasehat Amak (ibu dalam bahasa Minang), Alif meninggalkan kampungnya di tepi danau Maninjau untuk menjadi anak pondok walau cita-citanya selepas Tsanawiyah melanjutkan sekolah umum.

negeri lima menara

Kisah sebenarnya baru dimulai saat Alif diterima di PM dan memulai kehidupan baru jauh dari orang tua sebagai siswa pondok, tidur dalam satu bangsal bersama siswa lainnya yang sekaligus berfungsi sebagai ruang belajar. Di PM Alif menjadi akrab dengan lima siswa lain Dulmajid dari Madura, Said dari Surabaya, Baso dari Gowa, Atang dari Bandung dan Raja Lubis dari Medan. Mereka dikenal sebagai sahibul menara (yang memiliki menara) karena sehari-hari mengadakan pertemuan di bawah menara. Mereka mengikrarkan cita-cita suatu hari akan menggapai menara impian di benua masing-masing.

Banyak tantangan yang harus dihadapi Alif untuk tetap bertahan di PM, terutama rasa iri yang sering muncul ketika menerima surat dari sahabatnya Randai yang telah menjadi siswa SMA bergengsi di Bukittinggi. Dengan semangat man jadda wajada (siapa bersungguh-sungguh pasti berhasil) mereka menjalani hari-hari sebagai siswa pm yang penuh warna selama 4 tahun. Sayang Baso si jenius, harus undur dari pondok karena harus pulang untuk merawat neneknya yang sudah renta. Buku tentang pesahabatan, ragam budaya, perjuangan menjalani hidup di pondok dan selipan kisah lucu saat di pondok yang berisi laki-laki itu muncul makhluk cantik.

Novelnya telah difilmkan dan siap beredar di bioskop pada 1 Maret 2012 nanti. Meski gak begitu greget dengan bukunya (dibandingkan buku senada Laskar Pelangi), saya sempat menghadiri press screening filmnya Jumat (17/2/2012) kemarin karena dapat gratisan hehe. Review lengkap setelah nonton saya tulis di Penggemar Novel Negeri 5 Menara Bersiaplah Untuk Kecewa [Sebuah Review]

Film tak seindah bukunya πŸ˜‰

Advertisements