Tags

, , ,


Malam semakin larut saat tiga gadis berbaju Bodo pakaian adat Bugis-Makassar; mendendangkan syair Toraja yang membuat merinding:

Dolona massannang kusa’ding, torro sola tomatuanku
Totemo maparri’ kuampa, ma’rio-rio penangku
Mambela pa dikka’ lalanku, male lako padangna tau
Laku olai male lumingka undaka dikka’ katuoanku

Mereka berdendang diiringi alunan musik bambu dari grup Pompang Sang Torayan, Depok. Walau tampil hampir di penghujung Konser Musik Etnik (KME)2011, Pompang Sang Torayan yang tampil setelah PS Gema Lemuel, PS Alumni HKBP Menteng dan The Renaissance Ensemble Hongkong mendapat sambutan hangat dari penonton yang masih bertahan di auditorium BPPT-Jakarta Sabtu malam (5/11).

Konser Musik Etnik

Rev. Morgan Jackson menyampaikan firman

KME 2011 diprakarsai oleh Yayasan Kartidaya merupakan malam pengenalan Visi, Misi serta bentuk pelayanan yang selama ini telah dilakukan oleh Kartidaya; sekaligus menjadi malam penggalangan dana.  Dalam khotbahnya Rev. Morgan Jackson memaparkan firman Tuhan akan lebih mudah dipahami oleh masyarakat suku terasing jika disampaikan dalam bahasa yang mereka mengerti. Banyak orang yang mengaku Kristen (lahir dari keluarga Kristen) tapi belum memahami Alkitab dengan benar bahkan tidak mengenal siapa Yesus itu.Jiwa-jiwa yang haus inilah yang hendak dijangkau dan dimenangkan melalui pelayanan lintas budaya bersama Kartidaya. Sebagai contoh dalam pelayanan ke salah satu suku di Afrika, Jackson bertemu dengan misionaris di sana yang menyampaikan firman dengan bahasa Spanyol sementara masyarakatnya tidak ada yang mengerti bahasa Spanyol. lalu bagaimana mereka memahami Kabar Baik itu?

pompang toraya

Penampilan grup Pompang Toraya di KME 2011

Dengan visi menjangkau jiwa dan suku terasing melalui penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa suku, Yayasan Kartidaya (Karunia Bakti Budaya Indonesia) yang didirikan sejak 1989 hadir untuk menjembatani pelayanan lintas budaya khususnya di Indonesia. Dalam kesempatan itu pula Direktur Kartidaya Marnix Riupassa menyampaikan Visi Kartidaya untuk menerjemahkan Alkitab ke dalam 75 bahasa suku hingga 2015 yang disingkat menjadi B75BHS (Berkati 75 Bahasa Suku). Dari target 75 bahasa, masih tersisa 50 bahasa yang belum selesai. Untuk itu, setiap anak Tuhan diharapkan bisa mengambil bagian dalam pelayanan ini dengan berdoa, memberi dan pergi. Dari buku laporan tahunan 2010 Kartidaya yang dibagikan malam itu, saya selintas membaca bahwa di Toraja ada seorang yang ikut terlibat dalam pelayanan ini bernama Edy yang menerjemahkan cerita Alkitab ke dalam bahasa Toraja.

Konser Musik Etnik 2011

Tarian dari Dayak

Di tengah-tengah berlangsungnya KME banyak penonton yang beranjak meninggalkan tempat acara sehingga memudahkan kami untuk bergeser duduk sederet di belakang bangku VVIP. Ketika lagu To Manglaa dibawakan dengan riang oleh grup Pompang Sang Torayan, bisik-bisik dari bangku VVIP terdengar,”beautiful performance, where are they come from?” Terbawa suasana tanpa sadar saya ikut kumalasi dengan menekan volume suara agar tidak mengganggu tamu VVIP,”Aaaaaiiiiiiiiiihiiiii!!” Hingga sahabat yang duduk di sebelah menyenggol saya,”pengen balik lagi mengunjungi tempat-tempat itu” sambil menunjuk gambar-gambar yang muncul di layar di atas panggung. [olive]

Foto lainnya bisa dilihat di SINI

Advertisements