Tags

,


Semalam habis nonton Konser Musik Etnik di BPPT; saat menunggu pintu auditorium dibuka iseng membaca banner yang dipajang di dekat pintu masuk berisi Visi Misi Kartidaya. Jujur tertarik dengan kegiatan mereka dan salut buat anak-anakNya yang memberi diri & tenaga untuk terlibat dalam pelayanan lintas budaya ini.

Kartidaya

Visi Kartidaya

Suka dengan konsep acaranya yang menghadirkan beragam budaya Indonesia dalam satu konser etnik, namun sayang kemasannya kurang tertata dengan baik.

Beberapa poin yang mengganggu dan perlu diperhatikan penyelenggara adalah:

Waktu
Di flyer dan tiket yang ada di tangan, acara berlangsung pk 19 tapi pintu auditorium sendiri baru dibuka setelah lewat pk 19. Itupun penuh dengan keriuhan karena 2 orang penjaga pintu di tempat kami mengantri baru berbisik-bisik sebelum membuka pintu dan bilang,”agar rapi mohon bapak/ibu buat 2 barisan karena di dalam mesti mengisi buku tamu.” *Aduuuuh bang, daritadi kemana aja!*
Pengisian buku tamu di depan pintu masuk sangat mengganggu karena arus penonton yang masuk jadi tersendat ditambah tidak ada petugas yang berjaga di meja tamu. Kenapa tidak ditempatkan di luar sehingga orang bisa mengisinya sebelum antri di depan pintu?

Koordinasi Petugas (usher, penjaga pintu, panitia) kurang
Kami mengantri di pintu sebelah kiri yang kosong sementara penonton yang lain bergerombol di pintu sebelah kanan. Petugas yang penjaga pintu tidak tahu menahu kondisi di dalam auditorium, tangga berada di sebalah mana? Hanya menjawab,”di dalam ada yang mengarahkan!” *baru kali ini ketemu petugas yang gak paham tempat acara, sangat berbeda ketika kita bertemu dengan petugas di pintu masuk teater Jakarta or GKJ*

Tiket kami adalah untuk posisi di balkon, tapi begitu masuk usher di dalam mengarahkan kami untuk menduduki bangku di depan panggung (dalam hati mungkin penonton sedikit sehingga dipadatkan di bawah). Setelah duduk manis di barisan kedua dari sofa VVIP, seorang perempuan bule menghampiri beberapa penonton dan menghimbau untuk yang ujung tiketnya berwarna kuning duduk di barisan kelima dari depan. Tahu diri, kita segera pindah walaupun tidak diminta menunjukkan tiket. Walau menjelang akhir acara kita pindah ke belakang VVIP karena banyak penonton yang pulang di tengah-tengah acara.

Petugas yang bolak-balik mengatur mike di atas panggung jangan berbaju putih deh, soalnya keliahatan banget di tengah kegelapan.

Tukang Foto
Tidak ada ketentuan dari panitia untuk mengatur para tukang foto (entah petugas foto resmi dari panitia atau keluarga/teman yang mengabadikan acara di depan) sehingga dengan enaknya mereka seliweran ke sana kemari mengganggu pemandangan. Coba bayangkan, ada cewek berbaju kebaya dan seorang bule mondar-mandir menenteng tripod di sekitar panggung, ada yang mengambil foto dari jarak dekat panggung bahkan berdiri membelakangi tamu VVIP tanpa permisi, lalu dengan enaknya duduk ngajogrog persis di depan VVIP. Seorang kawan berusaha menghimbau panitia dengan mengirimkan sms ke nomor panitia di tiket tapi tidak ada yang turun tangan. *Gemes gak pada tahu tata krama memotret*

Susunan Acara
Kita baru tahu ada pengumpulan dana menjelang akhir acara,gak masalah sih! Cuma panitia kurang sigap menempatkan acara tersebut saat penonton yang tersisa di dalam auditorium 1/8 saja. Itupun tinggal keluarga dari pengisi acara yang menunggu acara selesai. Kenapa tidak diumumkan di awal dan dikumpulkan bersamaan dengan persembahan?
Sambutan dari ketua Kartidaya sebaiknya di depan bukan di tengah-tengah, panjang dan terlihat petugas acara memberi isyarat “cut” kepada beliau.
Lucu lagi pas doa penutup, petugas yang ditunjuk tidak sigap sehingga sempat terjadi bisik-bisik di depan VVIP. Seharusnya yang bertugas doa sudah standby dan langsung naik ke panggung saat lagu penutup akan berakhir. Sehingga dirigent-nya tidak bingung sudah memberi isyarat tapi tidak ada yang bergerak.

Sound System
Konsernya bagus-bagus kenapa di tengah2 orang ngomong ada suara “kreeeezzzzeek”?
Menurut info yg pernah nonton konser di tempat ini, salah satu penyakit auditorium BPPT adalah sound system-nya suka “pecah”.

Pengisi Acara
No comment, TOP MARKOTOP!

Tuhan memberkati pelayanan Kartidaya, semoga banyak yang terpanggil untuk ikut dalam misi dan pelayanan lintas budaya ini. Jangkau 75 suku, melalui penerjemahan Alkitab kedalam bahasa yang mereka mengerti.

Te Tuhan Allah talalu sayang sang samua orang di ini dunya. Andia ko Dia utus Sang Beta, Dia pung Ana satu biji ni, ko biar samua orang parcaya Sang Betas sonde tapisa buang dari Tuhan. Deng bagitu, dong dapa idop yang batul yang sonde tau putus-putus – [Yoh 3:16]

*Gambar lengkapnya ada di SINI.

Advertisements