Tags

, ,


Beberapa hari yang lalu seorang kawan bertanya tempat liburan di kawasan taman nasional yang bagus kemana? Ketika saya tawarkan destinasi paling dekat dari Jakarta ke Kepulauan Seribu, yang bersangkutan melengos dengan sinis,“kayaknya gak ada yang bagus di sana.” Benarkah demikian? Mungkin sang kawan akan menarik ucapannya seandainya melihat beberapa foto kami saat liburan di kepulauan Seribu.Bagi yang ingin berlibur di sekitar Jakarta tapi bingung hendak kemana, anda bisa mencoba untuk berwisata pulau ke Kepulauan Seribu seperti yang kami lakukan pada libur lebaran yang baru berlalu.

Bersembilan kami menyepi, bersenang-senang dan leyeh-leyeh selama 3 hari 2 malam tidur beratapkan langit di kepulauan Seribu. Berangkat dengan kapal terpisah 6 orang kloter pertama naik KM Kerapu dan 3 orang menyusul dengan KM Lumba-lumba dari Marina Ancol Minggu (28/8) pagi. Pulau Pramuka menjadi destinasi pertama dimana ojek kapal sewaan sudah menunggu. Sebelum merapat di dermaga Pramuka kapal singgah di pulau Untung Jawa dan pulau Pari untuk menurunkan dan menaikkan penumpang.

Karena ada waktu sekitar 2 jam sebelum kloter terakhir tiba dengan Lumba-lumba, kami manfaatkan untuk melihat dari dekat penangkaran penyu sisik dan budidaya pohon bakau yang ada di pulau Pramuka

Penyu sisik atau bahasa latinnya Eretmochelys imbricata tergolong penyu langka yang memiliki tempurung yang sangat keras dengan corak kecoklatan yang sangat bagus. Penyu dikelompokkan berdasarkan besar kecilnya dalam ember-ember berwarna biru berukuran besar. Agar tidak licin tersalut lendir sesekali tempurungnya disikat dan dibersihkan dengan menggunakan pasir. Sedih melihat beberapa bayi penyu yang sudah mati dalam botol berisi air dibiarkan kepanasan di atas meja di luar ruang penangkaran. Selain penyu sisik, di tempat ini juga ada budidaya tanaman bakau. Pohon bakau yang tumbuh di pesisir pantai berfungsi sebagai penahan ombak untuk menghindari abrasi pantai serta menjadi tempat berkembangbiaknya ikan maupun kepiting.

Saat kembali ke dermaga, di salah satu warung kami mendapati nampah berisi pempek yang bentuknya lonjong panjang mirip peuyeum berwarna putih. Setelah digoreng warnanya berubah menjadi keabu-abuan, cara makannya dengan menggunakan kuah kacang. Sayang belum sempat mencicipi pempek pulau yang katanya enak itu.

Cibang-cibung dan Snorkeling
Tujuan utama menyepi ke pulau adalah untuk bersantai ria menikmati keindahan alam di darat dan bawah laut. Hari pertama kapal membuang sauh di pulau Bira Kecil, siang yang terik memang mengundang untuk masuk ke dalam air. Puas bermain di Bira Kecil, kami langsung menuju ke pulau Perak untuk mendirikan tenda dan meneruskan bermain air di sana hingga senja. Di hari kedua dan ketiga kami mengunjungi lebih banyak spot untuk snorkeling diantaranya pulau Bira besar, pulau Genteng, pulau Panjang dan sekitar pulau Semak Daun. Jika belum memiliki peralatan untuk snorkeling, tersedia penyewaan alat dengan harga Rp 35,000/hari sudah dapat masker, snorkel dan sepasang fin.

Makan dan Bermalam di Mana?
Untuk mengisi perut selama berlibur ada juru masak handal yang menyiapkan aneka makanan menggugah selera setiap waktu makan tiba. Bahan makanan sengaja dibawa sendiri dari Jakarta, walau sedikit repot dengan tentengan dalam 2 kontainer besar tapi perut terpuaskan. Mau tahu menu makanan kami di pulau ? Ada bebek goreng bumbu Bali, salad dan sambal belimbing wuluh yang dimasak di atas kapal selama melaju dari pulau Pramuka ke pulau Bira Kecil, santap malam dengan oseng buncis jagung muda, sambel teri kacang dan udang goreng saus mentega di bibir pantai pulau Perak diterangi rembulan. Santap siang di hari kedua ikan petek goreng, udang goreng mentega, salad dan sambal tomat yang dinikmati setelah nyebur di pulau Genteng sambil bergoyang-goyang di kapal. Ternyata nafsu makan cukup tinggi setelah tubuh berendam di air, sehingga semua makanan yang tersaji tandas dalam sekejap. Di samping menu makanan berat bekal cemilan juga cukup banyak diantaranya roti dengan pilihan isi selai coklat/kacang, kue nastar yang sedianya dimakan saat lebaran namun habis di perjalanan, pempek Palembang, siomay dan tahu goreng yang nikmat dimakan hangat-hangat sehabis snorkeling serta pudding coklat buah. Tak lupa beragam minuman penghangat badan dari kopi arabika Toraja hingga starbucks pulau yang diseruput sambil menikmati matahari terbenam.
Saat mata mulai lelah, masing-masing memilih tempat untuk beristirahat di dalam tenda atau tidur beratapkan langit. Sewaktu di pulau Perak, saya menyambut ajakan untuk tidur di dermaga beralaskan flysheet dan berbalut kantung tidur ditemani cahaya bintang yang bertaburan di atas langit. Untuk kemping di pulau cukup membayar Rp 100,000/malam kepada penjaga pulau serta tip untuk biaya kebersihan.

Sarana MCK dan Transportasi
Yang menghebohkan ketika bangun pagi dan semua orang dikejar target untuk melakukan ritual pagi mencari tempat yang enak untuk buang hajat. Baik di pulau Perak maupun Semak Daun tersedia sarana untuk MCK. Tapi jangan berharap untuk mendapatkan kenyamanan seperti di rumah terlebih di pulau Perak, toiletnya hanya berupa gubug kecil ditutup rumbia yang pas untuk satu orang duduk dibangun di pinggir pantai, sedang untuk mandi tersedia kamar mandi open air di samping sumur air tawar yang cukup segar. Berbeda dengan di Semak Daun yang kamar mandi dan toiletnya berupa bangunan permanen dengan sumber air payau yang asin.

Modal utama agar dapat melakukan island hopping di kepulauan Seribu tentunya butuh sarana transportasi. Untuk itu, kita bisa menyewa ojek kapal dari warga pulau yang akan mengantarkan kita berpindah dari satu pulau ke pulau lainnya. Liburan yang mengasikkan bukan? [olive]

Advertisements