Tags

, ,


“Apakah Indonesia ada di hati kita? Ataukah Indonesia hanya menjadi tempat kita menumpang lahir dan hidup?” Pertanyaan di akhir khotbah Pdt Rubin Ong Minggu (19/6) siang mengenai Kuasa Memberi membuat jemaat terdiam, benarkah kita mencintai Indonesia?

Nah, itu pertanyaan membuat pikiran saya berkelebat sesaat teringat tontonan Kick Andi Jumat malam (17/6) di Metro TV yang menampilkan Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen.Ari Nia baru saja mengeluarkan 1 (satu) lagi film yang mengangkat tema kehidupan anak Indonesia di pelosok Serdadu Kumbang. Alenia Production kali ini setting gambarnya di Dusun Mantar, Sumbawa berkisah tentang keseharian 3 (tiga) sekawan Amek, Umbe dan Acan. Tokoh utamanya adalah Amek yang tinggal bersama Siti ibunya dan kakaknya Minun, sedang ayahnya Zakaria sudah 3 (tiga) lebaran merantau ke Malaysia dan tak pernah berkirim kabar. Dusun mereka yang terpencil di atas bukit, membuat selembar surat yang dikirimkan oleh ayahnya baru tiba di tangan Siti 2 (dua) bulan kemudian.

Seperti anak-anak seusianya, Amek pun punya cita-cita tapi tak pernah disampaikannya walau teman sekelasnya bersemangat melontarkan cita-cita mereka. Saat ditanya ibu guru Imbok, Amek hanya terdiam dia takut menjadi bahan tertawaan temannya. Amek sangat mengagumi Najwa Shihab, hampir tiap menjelang maghrib Amek akan berlaku bak presenter pujaannya berdiri di depan jendela rumah tempatnya bermain membacakan berita sore. Amek pun ragu untuk menaruh harapannya di dalam botol yang digantungkan di atas Pohon Cita-cita yang tumbuh di puncak bukit di luar kampung karena dia menderita bibir sumbing. Tapi semua orang kampung tahu, kalau Amek pandai berkuda, sangat dekat dan sayang pada Smodeng kudanya. Kehilangan Smodeng bisa membuat dia demam berhari-hari, tidak mau makan dan kembali bersemangat ketika mendengar ringkik Smodeng di bawah tangga rumah. Kenakalan anak remaja seperti mengintip rok ibu Rukiah dari bawah kolong meja pun tertangkap dengan kamera *jadi ingat teman2 SD*

mendengar ceramah Papin Hj Maesa dibawah Pohon Cita-cita

mendengar ceramah Papin Hj Maesa dibawah Pohon Cita-cita

Saat muncul di Kick Andi, Amek yang diperankan dengan sukses oleh Yudi Miftahudin bibirnya telah dibenarin namun sayang dia belum bisa bertemu dengan pujaannya Najwa Shihab. Lucu lihat gaya jalannya dan selalu menebar senyum. Terharu saat mendengar penuturan Ale-Nia mengenai scene paling susah adalah saat si Amek belum dapat feel-nya untuk pengambilan gambar saat mendapati kakaknya Minum tergeletak di bawah pohon cita-cita. Walau sudah dilatih berkali-kali feel-nya masih belum dapat, ketika pengambilan gambar kru sudah pasrah. Ternyata pas taking-nya Yudi totally out dan menjiwai peran tersebut sehingga membuat para kru menitikkan air mata. Ale terlihat menahan napas beberapa saat sebelum berteriak “Cuuuuuuuuut!” Amek yang sempat ‘ngambek di sela-sela shooting terakhir menurut penuturan Nia karena diliputi keraguan akan janji operasi yang akan dijalani setelah berakhirnya kegiatan shooting. Ale-Nia telah berikhtiar dan janji mereka ditepati, dengan merendah mereka mengatakan bahwa itu sudah niatan dari awal untuk membiayai operasi Amek. Salut !

Buat para orang tua, liburan sekolah tidak selamanya berarti pergi jalan-jalan jauh dari rumah! Bagi yang belum memiliki agenda liburan, Serdadu Kumbang bisa menjadi tontonan menarik bersama keluarga. Menonton film anak Indonesia bisa dijadikan sebagai alternatif untuk mengajak anak-anak belajar mengenal sisi kehidupan teman sebayanya yang tinggal di pelosok Indonesia.

Terbang tinggi ke awan
Mungkin ada yang bisa ku temukan
Menyeberangi ilalang
Walaupun jauh yang harus ku tempuh

Aku cinta anda cinta semua cinta buatan Indonesiaaaaaa *selama gak garing dan bukan perkumpulan Pocong Ngesot ‘n friends owe juga dukung*

Buat lihat trailer Serdadu Kumbang bisa dicek di SINI