Tags

,


Rabu (13/4) malam di Bentara Budaya Jakarta digelar konser penggalangan dana untuk Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin yang terancam tutup dikarenakan anggaran dana pemeliharaan yang dikucurkan pemerintah terus-terusan kena sunat. Tahun 2011 PDS HB Jassin hanya menerima dana pemeliharaan sebesar 50juta per tahun sesuai dengan keputusan pemerintah yang ditandatangani oleh Gubernur DKI Fauzi Bowo.

Sekelompok pekerja seni sehati untuk bertindak menggelar konser tanpa dibayar demi tetap dijunjung tingginya hati nurani dan perkembangan sastra tanah air untuk generasi Indonesia. Acara yang bertajuk Konser Koin Sastra didukung antara lain oleh : Dwiki Darmawan, Dewa Bujana, Ayu Laksmi, Sarasdewi & Coki, Sujiwo Tedjo, Ari-Reda, Maya Hasan, Piyu Padi, Cok Sawitri, Joze Rizal Manua, Djenar Maesa Ayu, Soimah Pancawati, Garin Nugroho, Ananda Sukarlan, Efek Rumah Kaca, Inaya Wahid dll.

Anggota DPRD DKI yang juga mantan model dan artis Wanda Hamidah ikut hadir membacakan puisi karya Taufiq Ismail – Kembalikan Indonesia Padaku. Atas nama pemerintah yang telah kehilangan rasa, Wanda meminta maaf dan berjanji akan memperjuangkan PDS HB Jassin agar tidak ditelantarkan oleh mereka yang telah dibayar rakyat.

Satu lagi bukti bahwa pemerintah kita tidak punya jiwa seni dan tidak peduli akan kelangsungan dunia sastra Indonesia, dengan berdalih adanya reorganisasi kesalahan pengucuran dana itu terjadi. Selama janji Fauzi Bowo untuk segera mengucurkan dana sebesar 1 milyar rupiah untuk keperluan PDS HB Jassin belum terealisasi maka Foke tetap berhutang pada rakyat.  Di lain pihak Ketua Dewan Pembina Yayasan PDS HB Jassin sendiri dalam sambutannya mengatakan sudah lama tidak percaya dengan pemerintah yang selama ini sudah terbukti hanya bisa berjanji.

Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam
dengan bola yang bentuknya seperti telur angsa,

Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang tenggelam

karena seratus juta penduduknya,

Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 watt,

sebagian berwarna putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian,

Kembalikan

Indonesia

padaku

[Taufiq Ismail – Kembalikan Indonesia Padaku]

*dipostkan juga di Kompasiana*

Advertisements