Tags

,


Hebat benar tetangga satu ini, setelah gebrakannya yang menggegerkan Nusantara dengan mengakui Tari Pendet, Reog Ponorogo dan lagu Rasa Sayange sebagai miliknya; Malaysia kembali berulah dengan membangun Museum Kerinci di Kuala Lumpur – Malaysia. Lebih hebat lagi Pemda Kabupaten Kerinci yang rumahnya kebobolan malah dengan senang hati “meminjamkan” warisan budaya dan barang pusakanya diangkut maling.

Apa sebenarnya yang sedang terjadi, siapa yang salah atau patut disalahkan ? coba kita runut bersama. Ketika Malaysia mengklaim beberapa budaya Indonesia sebagai miliknya, terjadi euforia di seantero Nusantara yang warganya seperti baru terbangun dari tidur panjang serempak berteriak maliing!

Mohon maaf dengan sangat, kemana kita selama ini ? Hanya diam tak berbuat apa-apa dan merasa aman-aman saja karena sudah ada petugas khusus yang menjaga harta benda tersebut. Apakah kita benar-benar merasa kehilangan ketika harta tersebut diklaim orang ataukah hanya ikut-ikutan berteriak biar gak dicap gak peduli karena maaf bagi sebagian besar dari kita masih beranggapan kuno dan kampungan untuk mengenali budaya bangsa sendiri.

indonesia bertindak, keluarga esjepe, cinta indonesia

Indonesia Mendambakanmu! ikon provokasi cinta Indonesia dari Indonesia Bertindak

Bukankah lebih keren misalnya cuci mata di mall, berjalan-jalan dan shopping sampai ke luar negeri (walau yang dibeli made in Indonesia juga) daripada berkunjung ke museum.  Lalu ketika akhirnya harta itu dikembangkan dan diakui oleh orang lain kita baru tersadar, kelimpungan dan marah. Benarkah seperti itu, lalu darimana kita mengukur kecintaan kita pada negeri sendiri ?

Malaysia mungkin khilaf karena seenak jidat mencaplok dan mengakui harta benda tetangganya setelah terlebih dahulu mengintip dan mempelajari secara mendalam budaya Nusantara dengan kedok riset budaya. Mereka sangat pintar bersiasat memanfaatkan kelengahan Indonesia untuk menjaga harta pusakanya, sementara Indonesia? Sebagian besar warganya pulas dibuai dan terlena oleh perkembangan jaman sehingga “lupa” pada budayanya sendiri.

Selamat! Gerakan Nasional Cinta Museum (2010-2014) yang dicanangkan oleh Bapak Jero Wacik cukup telak  menampar Indonesia dengan direlakannya budaya Kerinci di”pinjam” untuk segera diakui oleh Malaysia. Mungkin sebaiknya gerakan tersebut diganti saja menjadi  Gerakan Negari Curi Museum agar lebih pas untuk kondisi saat ini.

Jangan tidur Indonesia, bangun dan cintai budaya bangsamu. Jangan marah Indonesia, berterima kasihlah pada Pemerintah Malaysia yang berhasil mencubit dan membangkitkan kembali jiwa nasionalismemu. Mari kita lakukan langkah kecil untuk Indonesia tercinta, saleum [olive].

Advertisements