Tags


mereka lahir, bertumbuh dan menjamur di setiap sudut keramaian kota. berbagai cara mereka lakukan untuk menarik perhatian pengguna jalan agar berbaik hati mengulurkan sekeping koin atau selembar uang kertas ke dalam kantong bekas permen yg disodorkan.

pernah ada sepasang anak yg naik bis kota, mengenakan seragam sekolah memulai “pertunjukan” dengan kata pembuka “mencari tambahan untuk  uang sekolah karena orang tua sudah tidak mampu”. benar tidaknya hanya mereka dan Tuhan yg tahu. kapan belajarnya kalau dari pagi sampai malam berkeliaran di jalanan ? atau mungkin saja mereka ikut kejar paket A😉

beberapa kali pernah memergoki sebuah truk besar menurunkan serombongan anak-anak di bawah umur di salah satu persimpangan jalan yg ramai. dari yg masih bayi hingga usia remaja. kepolosan mereka pernah membuat seorang teman berurai air mata di atas metromini & ujung-ujungnya dia menyodorkan gocengan saking gak teganya melihat ingus si anak mengalir saingan dengan air mata untuk menarik perhatian.

entah mereka direkrut ataukah diambil paksa dari keluarganya, konon kabarnya mereka ada yg “melindungi”. pelindungnya adalah bos yg mempekerjakan mereka untuk mengemis dan duduk santai di keremangan jalan diam-diam memantau pekerjaan anak buahnya.

anak jalanan kumbang metropolitan
selalu dalam kesepian
anak jalanan korban kemunafikan
selalu kesepian di keramaian

tiada tempat untuk mengadu
tempat mencurahkan isi kalbu
cinta kasih dari ayah dan ibu
hanyalah peri yang palsu

[anak jalanan – chrisye]