Tags

, ,


Kamis, 10 Maret 2011 lalu dapat free VIP pass nonton pementasan Teater Koma yang ke 122 di GBB Taman Ismail Marzuki. Melanjutkan kisah pahlawan berbaju putih dari trilogi Sie Jin Kwie, Teater Koma menggelar sequelnya dengan lakon “Sie Jin Kwie Kena Fitnah” selama 19 hari (4 – 26 Maret 2011). Lakon 2 babak dengan durasi 4 jam (potong istirahat 20 menit) sungguh ciamik dengan pengaturan lighting, kostum & tata panggung yg sungguh detail serta dukungan pelakon yg bermain secara total. Bayangin coba, mereka tiap malam main selama 4 jam lho !! (belum dihitung persiapan dandan & tentunya bersihin bedaknya hehe)

Lakon dengan setting abad ke-7 di wilayah Kerajaan Tang di negeri Cina yg diperintah oleh Raja Lisibin. Keturunan marga Tio yg masih menyimpan dendam kepada Sie Jin Kwie mengatur siasat untuk menyingkirkan pahlawan yg mendapat gelar Raja Muda dari raja karena jasanya itu. Adalah Tio Jin sepupu jauh dari Tio Bie Jin yg menyarankan untuk membuat surat panggilan palsu dari Raja Lisibin agar Sie Jin Kwie mau datang ke ibukota. Bersama Litocong suaminya yg masih kerabat raja, Tio Bie Jin akhirnya berhasil membius Sie Jin Kwie dengan jamuan arak di istana mereka. Mendapat laporan sepihak dari Litocong mengenai perbuatan Sie Jin Kwie yg tentunya karangan Litocong membuat Raja Lisibin murka dan memerintahkan hukuman mati bagi Sie Jin Kwie.

Para sahabat dan kerabat berusaha untuk membantu membebaskan Sie Jin Kwie dari hukuman raja. Dikarenakan pengaruh obat bius yg dicampur dalam arak cukup keras menyebabkan Sie Jin Kwie tertidur sampai berminggu-minggu sehingga pengadilan pun ditunda menunggu dia terbangun. Putusan hukuman juga ditunda lagi pada saat negera dalam keadaan berkabung karena meninggalnya Utti Kiong sahabat kerajaan yg bunuh diri karena kecewa terhadap Lisibin yg tidak mau mendengarkan nasihatnya.

Di tengah kemelut itu, kerajaan Tang mendapat tantangan perang dari pasukan Sou Po Tong yang lambat laun mulai mendekati ibukota. Kegemparan terjadi karena Raja Lisibin tidak memiliki panglima perang sementara orang yg tepat untuk menduduki posisi tersebut hanya Sie Jin Kwie. Singkat cerita setelah Raja Lisibin berjanji untuk menghukum Litocong dan memulihkan nama baiknya, Sie Jin Kwie menerima pengangkatan dirinya untuk memimpin pasukan perang.

Pada akhirnya Tio Jin & Litocong diseret ke istana untuk mendapatkan hukuman, Litocong dibawa ke biara dan diminta bersembunyi di balik genta besar yg kemudian dibakar & dipanggang hidup-hidup. Sementara Tio Bie Jin mati ditangan Sie Kim Lian putri Sie Jin Kwie.

Graha Bakti Budaya, TIM
4-26 Maret 2011
HTM

* Rp 150,000 | Rp 100,000 | Rp 75,000 (weekdays)
* Rp 200,000| Rp 150,000 | Rp 100,000 (weekend)

Advertisements