Tags

,


Setelah beristirahat meluruskan badan sejenak, bangun tidur Upi Abu siap mengabdi menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Jiaaaaah….kerja, kerja mari kita kerja : ambil sapu bersihin rumah, ngepel sampai pinggang terplintir, nyuci baju sampai 3 rit saking semangat, jemur kering angkat lanjut menyetrika hingga sore diseling makan siang dan mandi. Hari ini absen kebaktian malam Natal di gereja karena dari pk 16 hujan semangat banget membasahi tanah raja dan tak mau berhenti hingga malam memeluk bumi. Maafkan aku Papa J, tidak menemuiMu di malam lahirMu bersama umatMu. Makan malam istimewa dengan ayam panggang olahan kakak (maaf hari ini Upi Abu belum menjarah daerah dapur & walaupun sodara saya cowok semua, jangan salah semuanya punya masakan andalan sendiri-sendiri).

Sebelum tidur update berita bis ke Decyca yang akan terbang besok malam bareng Chan-chan & Rihanna dari Jakarta dengan flight terakhir lanjut ke Toraja. Berita terbaru dari Makassar tetap tidak ada kursi kosong untuk 26 Des pagi yang tersedia di semua bis eksekutif. Akhirnya kirim pesan panjang ke Unyun disertai beberapa pilihan mencapai Toraja berikut plus minesnya, jika sampai 25 Des malam saudara sepupu saya tidak mendapatkan tiket bis. Saya gak begitu khawatir karena telah mengenal Decyca& Chan-chan sebagai perempuan tangguh yg bisa survive dan biasa wara-wiri menjelajahi alam. Dilepas sendiri juga sampai di tujuan, urusan mo bonyok-bonyok dempetan dengan sapi itu dibahas belakangan hahahahaaa upzzz. Secara Unyun dah pernah ke Toraja, opsi yg saya tawarkan adalah sampai Hasanuddin jangan lupa untuk keluar dari bandara, ya iyalaaaa…kalau ngendon di bandara kapan sampai di Torajanya ?

  • satu : sewa mobil dan langsung meluncur ke Toraja dengan biaya yg ditawarkan oleh seorang teman yg punya travel 1,2 juta untuk drop doank. opsi yg ditolak mentah-mentah karena kita biasanya ngangkot hehehehe.
  • kedua : ambil taxi bandara dan meluncur ke pool bis tujuan Toraja (pilihan ini buang-buang waktu), tapi terserah kalau mau dijalani. jika ada bis tambahan, kesempatan dapat kursi lebih besar.
  • ketiga : naik shuttle bus sampai depan jalan besar dan menungu bis di pinggir jalan (resikonya kalau bis penuh duduk di lorong menjadi pilihan untuk disambar) dan mereka siap melakoninya.
  • keempat : ini pilihan yg lebih menjanjikan, naik taxi ke terminal Daya cari perwakilan bis tujuan Toraja. kalaupun bis besar sudah penuh, masih ada pilihan bis-bis kecil yang melayani trayek Makassar – Toraja.

Hari Natal, 25 – 26 Des 2010
Kebaktian Natal & Minggu di gereja besar pk 09 yang hadir koq sedikit yaaa (jadi kangen ke Ambas), sepertinya banyak yg ibadah natal di kampung mengunjungi keluarga karena yg tampak sebagian besar wajah-wajah pendatang.

Sepulang gereja satu per satu keluarga muncul di rumah, mohon maaf selama di kampung hanya sempat mengunjungi beberapa keluarga karena banyaknya acara yg berbarengan di hari yg sama. ya undangan nikah, natal, ke acara orang mati dll. Janji sana janji sini banyak yg akhirnya terlewatkan hehehe. Minal aidin walfa idzin kata ibu pendeta😉

Minggu pagi, ternyata si Unyun mengambil keputusan untuk mengeksekusi pilihan keempat yg ditawarkan dan berburu bis ke terminal Daya pake sikut-sikutan hingga mereka berhasil naik bis 3/4 Golden dengan fasilitas angin cuek cepoi-cepoi dari cendela tarifnya 80rb/orang. Sekitar pk 15 cek status (gaul gitu lhooo …lebih gampang mendeteksi keberadaan seseorang lewat statusnya di jejaring sosial daripada kirim sms). Masya Allah Tuhan, bisnya nabrak !! Statusnya baru diupdate beberapa menit sebelumnya (betul khan kata saya lebih gampang dapat info update dari situ). Angkat telp. di seberang sana suara Unyun masih shock, puji Tuhan mereka bertiga tidak apa-apa & masih di rumah sakit Enrekang karena ada penumpang yg terluka perlu mendapat jahitan. Insiden yang kesekian di lintasan Makassar – Toraja karena sopir bis tidak berhati-hati dan membawa kendaraan tanpa memperhatikan keselamatan penumpang. Egois banget sih ?

Pk 17 lewat mereka sudah masuk Makale tapi sampai sejam lebih koq bisnya ngak muncul-muncul di depan rumah ? Normalnya sih perjalanan dengan bis Makassar – Toraja ditempuh 7-8 jam,saya lupa kalau bis kecil bisa jadi nganter-nganter penumpang sampai ke kampung. Sempat salah nepokin bis yg lewat depan rumah dengan kondisi kaca depan yg hancur, kirain itu bis Golden hehehe. Finally pk 19 lewat dikit mereka di drop kijang dan turun dengan muka lusuh dan capek, welcome to Toraja hahahahaaa. Saya tahu kalian lapar, dan tawaran teh manis panas disambar dalam sekejap berikut santap malam (malam itu yg masak kk ipar saya ya wkwkwkw). Teh manis panas ternikmat sedunia kata Unyun, ehmm…itu buatan saya lhoooo, dibuatnya pake teh celup biasa yg cukup familiar koq hanya saja disajikan dengan doping kasih sayang, ketulusan hati dan kelemahlembutan **gubraxxx**

Selamat beristirahat dengan hiburan kembang api yg tak berhenti meledak di udara hingga pagi menjemput.