Tags

, ,


Karena kehormatan dan jabatan, Sastrotomo menjual anak gadisnya Sanikem seharga 25 gulden kepada tuan Herman Mellema. Sejak itu rasa hormatnya kepada ayahnya hilang dan tidak mau menemui orang tuanya walau dibujuk tuannya.

Photobucket

Oleh Tuan Mellema, Sanikem diajarkan bahasa Belanda, membaca media Belanda, belajar budaya dan hukum Belanda bahkan diajarkan untuk berdandan dan memilih warna yg cocok. Dia dipercaya mengelola perusahaan milik Mellema “Boerderij Buitenzorg”. Dia dikenal sebagai Nyai Buitenzorg namun lidah pribumi yg kesulitan untuk mengeja bahasa Olanda sehingga mereka memanggilnya Nyai Ontosoroh. Dari rahimnya lahir 2 anak Mellema : Robert Mellema dan Annelies Mellema yg oleh pengadilan hukum tidak diakui sebagai anaknya.

“Aku harus buktikan pada mereka, apapun yang telah diperbuat atas diriku, aku harus bisa lebih berharga daripada mereka, meskipun hanya sebagai Nyai. Sekarang Sanikem sudah mati, yang ada adalah Nyai Ontosoroh.”

Photobucket

Mereka Memanggilku Nyai Ontosoroh, diangkat dari novel Pramoedya Ananta Toer ” Bumi Manusia”

Erasmus Huis,11 Mei 2010