Tags

, , , , ,


Semalam, ‘nemanin batjuragan & Endah ngider tukang nasi goreng untuk acara Sabtu besok… meluncur dari kantor pk 18.30 mampir nyoto dan menghangatkan badan dulu di ibu soto aquarius (koq namanya jadi nebeng aquarius ya ?)

Badan dah hangat dengan semangkok soto porsi besar, niatnya mau pulang tapi akhirnya malah ikutan pintong nasi goreng. Setelah jemput Endah di halte Depdiknas lanjut ke Nasi Goreng Rawit di Jl Daksa, karena sudah nyoto kita cuma memesan minum : teh botol dan fresh tea sedang Endah memesan seporsi nasi goreng rawit dengan teh botol.

Menurut Pak Jono yg membantu orang tuanya berdagang sejak 1990, usaha nasi goreng ini dimulai sejak 1975. Saat ini mereka menyewa tempat di Daksa II untuk berdagang setelah sebelumnya sempat mencoba untuk berdagang keliling di sekitar Karet (kalo gak salah denger :p). Sesuai dengan slogannya, nasgor yg disajikan tidak berminyak dan diberi irisan rawit, bawang goreng dan acar yg diletakkan dipinggir.

Dari Daksa, kita berger ke Nasi Goreng Lalan di Jl Bakti … ada kejadian lucu saat mencari tempat parkir, tukang parkirnya buru² membuka pagar rumah di depan café dan mempersilahkan kita untuk masuk karena disangkanya yg pulang tuan rumah ha …ha.. di sini tempat makannya di rumah Betawi sementara tempat meracik nasgornya di tenda yg terletak di seberang rumah.

Setelah mendapatkan cukup informasi, pintong berlanjut ke kawasan Kebon Sirih … gw takjub gitu mellhat proses membuat nasi goreng kambing dalam wajan yg besar sehingga tak sempat untuk mengambil gambar. Wangi nasgornya menggoda banget, mbeeeeeekkkkk.

Advertisements