Tags

, ,


Jumat, 1 Februari 2002 pk 18.00 air mulai naik di teras depan kost listrik sudah mati dari malam sebelumnya, penghuni kost ngariung makan nasi padang di teras memperhatikan air yg perlahan – lahan mulai mendekati bibir pintu. Penghuni lantai bawah mulai beresin barang² sebagian dinaikkan ke atas lemari sebagian lagi dinaikkan ke lantai 2.

Pk. 22.00 ibu kost teiak² : banjir ! banjir ! salah satu anak kost yg di lantai bawah sejak malam sebelumnya memang sudah ngungsi ke kamar gw. Jadilah lantai atas dijadikan sebagai barak pengungsi, kompor pun diangkut ke atas utuk masak untungnya air bersih tetap jalan sehingga kita gak khawatir. 3 hari gak turun dari lantai atas dan hanya memantau ketinggian air dari balkon, makanan selain masak disupply oleh bapak kost dari Kalimalang.

Tepat lima tahun kemudian, Kamis 1 Februari 2007 pk 00.30 Mbak Tri teriak² : bangun ! bangun !! Air dah masuk rumah, banjir ! Hoiii banjir !! Gw kirain masih episode alam mimpi tapi teriakannya makin kencang, buka pintu kamar gelap – gulita tengok ke lantai bawah sudah pada beres²in barang. Sebelum turun nyangklong kamera buat dokumentasi (teteeeuuuuuuuuup), air naik dengan cepat dari semata kaki terus sebetis hingga mencapai pinggang. Kamar bawah mulai kerendam air, pk 03.45 pada kelelahan ngangkut barang bolak – balik turun naik tangga ngos²an ngumpul di kamar sambil berusaha memejamkan mata tapi tidak bisa tidur hingga pk 07.00. Giliiiiing, air semakin tinggi gimana suasana di jalan ya ? Penasaran, ambil kamera keluar ke jalan untuk melihat suasana sambil jalan ke arah jembatan beli indomie buat sarapan.

Pk 11.00 menembus lautan air kecoklatan mandi ke rumah kost di Limboto. Seru, menegangkan plus ada keriaan main air di tengah banjir sambil sesekali naik genteng he ..he… Sabtu sore air bersih sudah habis, listrik gak nyala – nyala ngungsi ke Karet !

Advertisements