Tags

,


pk 07.45 bis patas 76 jurusan Senen – Ciputat

“kiri Citibank !” teriak kondektur saat seorang ibu hendak turun di depan Citibank Pondok Indah
“Citibank ?” tanya pak sopir dengan suara berat tanpa ekspresi, pandangannya serius menatap lalulintas di depan yg tidak begitu ramai. Saya bergeser duduk ke bangku nomor 2 dari depan karena sebentar lagi turun.

Keheningan kembali menyelimuti suasana di dalam bis yg bangkunya sudah mulai kosong, tiba – tiba … “Duuuaarrrrrrrrrrrrrrr !!!” hantaman keras terdengar dari sayap kanan, saya menengok ke belakang dan melihat moncong patas 57 jurusan Gajah Mada – Ciputat tepat di samping kanan patas 76. Ibu² yg duduk di bangku paling belakang/balkon menutupi wajahnya dengan tas hitam yg ditenteng, disebelahnya bapak² tertegun … tiga bangku di depannya si mas² yg dari tadi tertidur masih terlelap sementara kaca² di sampingnya mulai berserakan. Beruntung tirai ditutup sehingga kaca tidak melukai badannya, dia baru terjaga dari tidurnya saat mendengar suara ribut² dan bergeser duduk ke bangku di seberangnya (bekas tempat duduk saya sebelumnya)

“berhenti jangan dadakan donk, kasih sen!” teriak kondektur dari patas 57 bisnya mulai dipepetin ke badan patas 76
“loe aza yg gak sabaran, maunya melambung cepat²!”

Penumpang mulai pada berdiri dan siap² untuk turun seandainya tuh sopir dan kondektur pada berantem, ternyata mereka cuma adu mulut karena antrian kendaraan di belakang sudah mulai padat akibat 2 bus besar nge’block badan jalan.

Mereka terus aza adu mulut hingga lampu merah perempatan simatupang … kalo dirunut² patas 76 emang salah jalur karena trayek aslinya lewat Fatmawati baru masuk ke Simatupang, menghindari kemacetan dia ‘ngambil short cut ke Tarogong dan masuk Pndok Indah… wajar aza kalo yg di 57 ngotot karena jalurnya di serobot.

Hallahhhh …pagi² udah liat kaca berserakan, untung gak ada korban.

Advertisements