Tags


Jumat dinihari, 22 September 2006 pk 01.30 wita Tibo cs (Fabianus Tibo, Dominggus Da Silva, Marinus Riwu) dieksekusi di Palu, Sulawesi Tengah. Dari semalam Metro yg sengaja saya hidupkan dengan mengabaikan iklan PLN 1722 (he …he… tivi nonton orang tidur) ternyata menyala sampai pagi karena gak dipasangin timer, menampilkan berita seputar eksekusi tersebut.

Di saat keadilan di dunia tidak kita dapatkan lagi, hanya Yang Di Atas yg tahu karena DIA MAHA TAHU apa sebenarnya yg terjadi. Jika semua harus berlaku seperti ini atas seijinNYA, biarlah kita pasrahkan padaNYA untuk menunjukkan keadilan di akhirat. Tuhan punya rencana indah untuk kita semua, mungkin jalannya sedikit berliku, melalui jurang yg terjal atau bahkan dengan berkorban jiwa raga jangan berputus asa karena DIA tetap memberi kekuatan.

Turut berduka cita atas kepergian Tibo cs, semoga keluarga, teman, sanak saudara, handai taulan dan kita semua yg ditinggalkan tetap diberi ketabahan dan kekuatan yg hakiki di dalam KASIHNYA.

Melihat demo damai yg digelar di beberapa tempat dengan penyalaan lilin, saya jadi teringat lagu natal “Seribu Lilin” …

Seribu lilin nyalakan di tengah dunia
Biar sinarnya menyatakan kemuliaan Sorga
Wartakan kepada dunia kabar sukacita
T’lah lahir Yesus penebus Juruselamat kita

Hai bintang indah Bethlehem kiranya sinarmu
Bawa harapan dan damai bahagia di kalbu
Kehangatan-MU kirimkan di hari yang beku
Kehangatan Kasih TUHAN di natal yang syahdu

Jadilah lilin yg menerangi kegelapan, yg rela mengorbankan dirinya terbakar untuk memancarkan cahaya.

Advertisements