:: Allah Peduli


Pagi ini seperti pagi yg lain saya terbangun pk 05.30 lebih awal 30 menit dari alarm yg sengaja di set pk 05.00, pertama : karena jam tubuhnya sudah terbiasa bangun jam segitu sehingga secara otomatis minta melek, kedua : perut mules dan saya tahu pasti penyebabnya karena semalam makan indomie ayam spesial dengan sesendok sambel dari Kupang.

Setelah cuci muka dengan dua jari, saya bangun meraih bible yg diletakkan di atas container dan mulai saat teduh. Pegangannya ODB bacanya Kol. 3:1–4, intisarinya dari Flp 3 : 20 mengenai kewarganegaraan surga. Sambil merenungkan apa yg sudah dibaca, teringat bencana yg belakangan banyak terjadi … gempa dan tsunami yg Senin (17/07) kemarin melanda Pangandaran dan beberapa daerah membuat merinding.

Dua bulan lalu saya menghabiskan long weekend di Pangandaran dengan teman² dari Odys club & sempat berperahu di laut selatan. Begitu melihat suasana pasca tsunami kemarin saya sms Dyas dan Helza, tempat kita makan, bermain sepeda, melihat sunrise & sunset  dua bulan lalu sudah berantakan. Kebayang gak kalo kejadiannya pas kita lagi di sana ? Who knows ?

Saya meraih Yamaha C-350 yg tergeletak di samping rak TV dan mulai memainkan melody, entah kenapa yg keluar pujian Allah Peduli –nya Jeffry Tjandra :

Banyak perkara yang tak dapat kumengerti
Mengapakah harus terjadi, di dalam kehidupan ini ?
Satu perkara yang tersimpan dalam hati
Tiada sesuatu kan terjadi, tanpa Allah peduli

Allah mengerti, Allah peduli
Segala persoalan yang kita hadapi
Tak akan pernah dibiarkannya kubergumul sendiri
Sbab Allah peduli

Air mata membendung di pelupuk mata, membayangkan sesama yg tertimpa bencana, kehilangan keluarga, harta benda bahkan mungkin ada yg kehilangan harapan. Berapa lama ya Tuhan saya terlalu egois hanya memikirkan diri sendiri tanpa peduli dengan sesama ? Berapa banyak ya Tuhan, saudara saya di luar sana yg kekurangan ? Terlalu sering kita hanya berdoa untuk diri kita sendiri, untuk keluarga kita sendiri, untuk kehidupan kita sendiri. Apa itu salah ? Gak juga, tapi masih banyak yg lain yg butuh didoakan selain hanya fokus pada diri sendiri. Tuhan menegor saya hari ini, adalah tugas kita untuk berdoa bagi sesama kita, bagi bangsa kita, bagi pemerintah kita.

Bersyukur bahwa Tuhan masih menunjukkan kasihNya, bersyukur bahwa napas kehidupan yg masih dianugerahkanNya untuk dihirup dengan gratis pagi ini sementara di luar sana sebagian orang terbaring tersengal² di ruang ICU mengandalkan tabung oksigen yg harus ditebus dengan uang. Ketika kita merasa tak ada yg peduli .. ada DIA yang membuka tanganNya siap merangkul setiap saat :

Berdoa dan memanggil namaNya
Berseru DIA kan seg’ra menghampiri dirimu
Percaya DIA tak jauh darimu
DIA hanya sejauh doa

Thank you my Jesús, Amin.

 

6 thoughts on “:: Allah Peduli

  1. God be in my head and in my understanding
    God be in mine eyes and in my looking
    God be in my mouth and in my speaking
    God be in my heart and in my thinking
    God be at my end and in my departing…..

Leave a Reply to alice mulia Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s