Tags

, ,


kring – kring gowes – gowes …
putar – putar Jakarta – Ancol – Monas
lewat Harmoni, keliling kota bersepeda …

Karena mau naik sepeda, nih lagu anak – anak jaman jebot jadi terngiang – ngiang. Hari Minggu, 16 Juli 2006 pk 06.15 dengan kaos merah, celana pendek, sepatu kets putih dan nyantelin ransel biru andalan, saya memanggil ojek langganan minta diantar ke Apotik Karet tempat janjian dengan Paula. Hari ini janji ketemuan dengan Endang & Endul di stasiun Tebet trus naik kereta ke Lenteng Agung (LA). Paula yg pagi itu mengenakan kaos putih + celana merah dan tas punggung oranye sudah menunggu dengan terkantuk – kantuk saat saya turun dari ojek.

“Sorry, Pau …tadi sakit perut jadi rada telat nih.”

Kita menyetop angkot 44 jurusan Kalimalang – Karet yg lewat di depan dan turun di perlintasan kereta api Tebet menjumpai Endang yg akhirnya berbaju merah (semalam kenapa bilang bajunya gak ‘nemu ?) dan Endul (yg tentunya berkaos merah juga) sudah memegang tiket buat kita berempat. Ssstttt … sepatu dan ransel Endang sama Paula seragam lhoooo. Belinya pasti samaan, ha ..ha…secara mereka ini genk orange-nya Batmus. Kita melangkah ringan ke peron menunggu kereta jurusan Bogor yang menurut info bapak penjual karcisnya pk. 06.40 tapi tuh kereta gak datang².

Pk. 06.55 baru deh tuh kereta datang, naik yuuuuuuuukkkkkkkkkk !!
Ternyata hanya perlu waktu 20 menit (cepet yaaa, gak pake macet lagi!) kereta sudah menghampiri stasiun LA dan mulai kontak-kontak Eka KDI. ‘Gitu tengok ke belakang, tuh anak ternyata satu kereta dengan kita hanya saja dia naik dari Pasar Minggu. Hallahhh, btw Eka loe koq pake jeans sih ? Kayak mo ke mall aza, tapi menurut info setelah ngobrol – ngobrol sepanjang jalan ke markas KSG celana sportnya sudah kesempitan semua! hihihihiii.

Keluar stasiun melewati kios – kios, mata tergoda tumpukan bandana beraneka warna. Ahaaa …ini dia yg dicari², tangan langsung mencari warna merah biar matching dengan kostum pagi ini. Sebenarnya sih sudah bawa bandana, tapi warna kuning …kalo pake yg merah lebih mantap bukan ?! Jadilah saya beli yg warna merah, besok² beli yg ijo tosca he ..he.. Perjalanan berlanjut mencari alamat markas KSG, itu urusan Endang yg mencari nomor rumah pokoknya kita ngikutin aza dari belakang. Sampai di markas KSG, wahhh yg udah pada ngumpul sebagian besar berkaos merah karena hari ini kita akan di sorot kamera ANTV. Di markas kita disambut Mas Tommy yg mempersilahkan untuk nge-teh or ngopi ditemani roti sambil menunggu yg blom pada datang.

gowes

Foto bersama sebelum gowes dan di-shoot 😉

Pk. 07.30 blom ada tanda – tanda akan bergerak, menurut Mas Tommy kita masih menunggu team ANTV karena kameramennya blom datang. Gak lama, Helza – Lita – Vera muncul ke markas disusul beberapa teman lain. Daripada duduk terkantuk², Mas Damhar membolehkan kita memilih dan menjajal sepeda yang akan digunakan di pekarangan rumah yg cukup luas.

Sekitar pk. 09.00 team ANTV yg membawa seorang kameramen dgn presenternya Mbak Alia tiba di markas. Mas Tommy ngasih komando untuk mengembalikan sepeda ke tempat semula karena proses shooting akan dimulai dari awal : registrasi (pura – pura, soalnya udah pada registrasi dari tadi), pembagian helmet, pengambilan sepeda dilanjutkan dengan briefing di lapangan. Pada saat briefing, diajarkan secara singkat teknik – teknik yg harus dipahami saat mengendarai sepeda off-road : cara menaiki sepeda, penggunaan rem depan or belakang, cara mengangkat sepeda, mengoper gear, bahkan teknik jatuh yg benar seandainya tanpa bisa dikendalikan kita harus menjatuhkan diri.

gowes

Gowes bareng Alia

Pk. 09.45 satu per satu peserta Tour the Jungle & Lakes mengayuh sepeda meninggalkan jl. Moh. Kahfi II No. 33, LA untuk selanjutnya konvoi ke kampus UI,Depok. Acara bersepeda semakin seru pada saat memasuki kawasan hutan, waahhhh bener² off-road nih?! Terus terang, saya gak punya pengalaman mengendarai sepeda seperti ini .. terakhir kali naik sepeda dua bulan yg lalu saat liburan di Pangandaran, itupun cuma mutar – mutar di pesisir pantai. Tapi ini khan suatu tantangan yg harus dijalani, gak ada ceritanya kalo gak berani he …he…Jalan setapak yg berliku, tanjakan maupun turunan, dilewati dengan semangat walau sekali – kali mesti mendorong sepeda karena gak kuat ‘nanjak bahkan mengangkat sepeda saat melewati pohon tumbang. Satu dua peserta ada yg jatuh karena gak bisa menjaga keseimbangan saat melewati rintangan, ato salah nge-rem : maunya rem belakang, malah narik rem depan, ato sepedanya meluncur mundur karena gak kuat ‘nanjak trus kejungkal kayak Mas Eka.

Menerobos hutan, mengelilingi danau, berfoto ria di bollywood UI sampai aral lintang membuat perut mulai meronta, tengok jam pk 12.30 pantas aza pada mulai lapar. Pk. 13.00 kita menyelasikan etape cross country dan beristirahat di pinggir danau sambil menyantap jajanan yg ada. Saya memesan semangkok soto mie (makanan yg baru kali ini saya habisin semangkok, soalnya gak pernah selera sih dengan jajanan seperti ini …paling icip² kalo ada yg makan) plus sebotol Mizone sambil selonjoran di tanah. Selesai makan, masih ada sesi interview Mas Damhar selama 15 menit di tepi danau sambil memegang sepeda. Ada yg bilang kayak orang lagi pdkt ya ! He ..he…

Setelah semua kelar, kita meninggalkan kampus UI kembali ke markas LA tapi ternyata peserta terbagi menjadi dua kelompok, kelompok saya terdiri dari 8 orang yg semuanya peserta baru akhirnya mencari jalur sendiri untuk sampai ke markas sementara panitia melewati jalur lain. Andre, Endang dan saya tertinggal jauh di belakang karena kita sengaja mengayuh dengan santai, tangan sudah pegal memegang stang karena gak mengenakan sarung tangan, kaki juga mulai terasa pegal. Kata Mas Eka : welcome to the club, baru kali ini cross country khan ? ‘Ntar malam pasti terasa banget tuh !! Masa sih, pegelnya melebihi waktu ikutan Marathon kemarin ?

Pk. 14.00 akhirnya sampai kembali di markas setelah sebelumnya mampir minum segelas es kelapa muda yg sungguh nikmat. Thanks ya ‘Ndre, udah ditraktir.

Saat mau memarkir sepeda di tempat semula (sepedanya mesti dibalik lho, ban-nya di atas), Helza teriak,”Eitz, antri sini ! Nyuci sepeda dulu !”

Ooooo … pake acara cuci sepeda juga toh ? Mas Damhar senyam –senyum,”Kasian anak orang dikerjain, di rumah pasti gak gini ya?”

Kita sih asik – asik aza lagi ! Sambil ngantri, baca – baca majalah dan brosur sepeda yg ada di meja trus gak lama Mas Tommy mengeluarkan laptop untuk melihat foto – foto kita sepanjang hari ini.

gowes

Genjot buat mejeng di hollywood UI 😉

Sepeda sudah di cuci dan diletakkan kembali ke tempat parkir, badan sudah lelah dan rasa lapar kembali menyerang. Pk 14.30, kita pamit kepada teman – teman KSG yg telah menambah pengalaman bersepeda kita hari ini. Setelah tukar – tukaran no telp dengan Andre yg bersedia menjadi guide kita menengok rumah Pitung di Marunda, berlima dengan Eka KDI, Endang, Endul dan Paula kita kembali membeli tiket kereta untuk balik ke Tebet. Kereta pertama yg lewat sangat penuh, membuat kita mengurungkan niat untuk bergabung ditambah saran ibu² sebelah untuk menunggu kereta berikutnya karena biasanya kalo penuh gitu banyak copet; lagipula kereta di belakang pasti kosong ! Orang sabar disayang Tuhan, benar aza …gak sampai 10 menit kereta pun datang dan gerbongnya lebih lengang dari kereta sebelumnya.

Turun dari kereta, ganti naik 44 ke Ambasador … sore ini Endul mau traktir makan di Bakmie GM karena habis menang lomba menurunkan berat badan.

Entah karena lapar ato karena doyan, makanan yg tersaji benar² bersih … makasih ya ‘Ndul ! Pk. 18.00 setelah mutar² sebentar di ITC, kita berpisah sama seperti saat berangkat Paula dan saya pulang dengan 44 ke arah Karet sementara Eka KDI, Endang dan Endul ke arah Tebet.

Foto-foto lainnya silahkan ditengok di SINI.

Advertisements