Tags

,


Tiap hari berangkat kerja pasti melintasi jembatan penyeberangan karet yang ada di depan Sudirman Square (ex Gedung Danamon) karena mesti naik bis yang ke arah selatan. Rabu kemarin, saya melihat “rombongan” (ini istilah yg biasa digunakan oleh sopir n kondektur bis untuk kelompok copet) menunggu korbannya di ujung jembatan. Gerak geriknya ketahuan banget kalo itu copet, dan semakin dekat ke tempat mereka berdiri saya tambah yakin itu adalah gerombolan yang memang kerjanya merogoh isi tas dan kantong orang lain. Koq yakin banget itu copet ??

  • pertama : mereka mengincar kantong cowok beransel yang berjalan di depan saya  tapi entah kenapa, saat salah satu rekannya mau “menyenggol” cowok tersebut dia ditarik kembali oleh rekannya yang lain.
  • kedua : dua minggu sebelumnya saya dipepet sama gerombolan yg sama dari tengah jembatan sampai di bawah halte, karena feeling so good saya udah hati² dan berjalan dengan langkah cepat menuruni jembatan sambil mengepit tas agak ke depan terus menunggu bis agak jauh dari halte.
  • ketiga : bulan lalu, rombongan yang sama (saya sampai hafal tampangnya) mangkal di atas jembatan karet tapi berdirinya di ujung tangga naik dari arah benhil dan membuntuti seorang bapak, gak tahu deh aksinya berhasil apa nggak.
  • keempat : memergoki langsung mereka ber”operasi” merogoh tas bapak – bapak yang sedang berjalan di tengah² jembatan saat orang ramai berlalu lalang pada pk. 19.00. Waktu itu 2 cewek yang berjalan di depan saya sempat berteriak dengan nada berbisik memperingatkan bapak yang berjalan berlawanan arah dengan kita (saya dari arah karet, si bapak dari arah benhil)

Sudah menjadi rahasia umum, mereka juga sering beroperasi di atas angkutan umum …pengalaman mendebarkan yg saya alami  :

  • dipepet segerombolan copet waktu naik bis di senen ke arah priok sehingga isi dompet melayang, untung isinya tinggal 60ribu dan yang diambil duitnya aza. setelah copetnya turun semua penumpang angkat bicara dan ternyata yg menjadi “korban” satu bis ada 5 orang.
  • naik bareng² rombongan di patas AC-57 jurusan Gajah Mada – Ciputat, mereka gak menjalankan aksinya karena dipaksa kondektur untuk turun di pintu 1 senayan.
  • naik P-19 dari blok M, yang menaikkan rombongan di halte komdak udah gitu mengambil jalur lambat sehingga harus melewati kolong jembatan semanggi. asli sepanjang perjalanan singkat dari komdak ke benhil deg²an dan berdoa dalam hati. sebelnya, kondektur udah ngasih kode itu rombongan tapi sopirnya tetap aza menunggu mereka naik ke bis.
  • naik patas 213 dari sudirman ke kampung melayu, di lampu merah taman suropati  ada rombongan sekitar 8 orang yg naik dan langsung mengambil posisi duduk berjejer dari depan ke belakang terus bayarnya cuma 2ribu perak untuk satu rombongan. tanpa dikomando, semua penumpang pindah duduk ke bagian depan dan sebagian berdiri gayanya siap² untuk turun. ketahuan belangnya, akhirnya mereka turun tanpa hasil di carolus … yg membuat semua penumpang menarik napas lega begitupun kondektur dan sopir yang jadi akrab bercerita dengan hebohnya di bus.
  • naik angkot dari Cilegon – Serang, di tengah jalan naik 3 laki – laki membawa map lagaknya mau berangkat kerja padahal khan udah sore ya. terus di tengah jalan mereka bertukar posisi duduk sehingga ada 1 yg duduk pas di mulut pintu, 1 duduk dipojokan, satunya lagi duduk persis di belakang sopir sehingga penumpang di blok. waktu itu saya bertiga dengan teman dan satu ibu². saya udah menebak motif yg akan mereka jalankan begitu yg duduk di pojokan tiba² mau membuka kaca mobil dengan alasan mual dan berlagak mau muntah terus yg dibelakang sopir duduknya merapat ke arah teman saya yang saat itu mengenakan kalung. melihat gelagat yg mencurigakan, saya minta sopir berhenti terus kita turun tapi ternyata teman saya nih masih gak ngeh kalo kita seangkot sama penjahat. saat bayar ongkos, eh si sopirnya cuma mesem – mesem saat saya sindir temannya tah ??

Buat yang sering nyeberang di jembatan penyeberangan, hati – hati aza … karena sepertinya mencopet sudah menjadi profesi buat segelintir orang yang menghalalkan pekerjaan tersebut. Jembaran penyeberangan yang ditengarai sering menjadi tempat mereka beroperasi di daerah sudirman – thamrin : jembatan benhilkaret, midplaza dan sarinah.

Advertisements